Kompas.com - 05/07/2022, 08:24 WIB

CHICAGO, KOMPAS.com - Polisi menangkap tersangka penembakan massal di Chicago saat hari kemerdekaan Amerika Serikat (AS) pada Senin (4/7/2022).

Penembakan massal di Chicago terjadi tepatnya di Highland Park, menewaskan enam orang dan 36 korban luka-luka.

Tersangka penembakan massal Chicago bernama Robert Crimo (22), pria dengan senapan bertenaga tinggi yang menembak dari atap.

Baca juga: Penembakan Massal di Chicago Saat Hari Kemerdekaan AS, 6 Tewas dan 36 Luka-luka

Ia ditahan setelah polisi melancarkan perburuan besar-besaran di Highland Park. Menurut polisi, tersangka mengendarai mobil Honda Fit 2010 perak

Lebih dari 36 korban yang terluka kebanyakan karena luka tembak, ujar Jim Anthony juru bicara Sistem Kesehatan Universitas NorthShore, dikutip dari Reuters. Sementara itu beberapa korban dalam kondisi kritis, kata petugas darurat menurut laporan kantor berita AFP.

Aparat keamanan melakukan pencarian pelaku penembakan massal di Chicago, tepatnya di Highland Park, saat parade hari kemerdekaan Amerika Serikat atau Fourth of July Parade pada Senin (4/7/2022).AP PHOTO/NAM Y HUH Aparat keamanan melakukan pencarian pelaku penembakan massal di Chicago, tepatnya di Highland Park, saat parade hari kemerdekaan Amerika Serikat atau Fourth of July Parade pada Senin (4/7/2022).
Kantor sheriff Lake County mengatakan, tersangka penembakan massal Chicago sudah berada dalam tahanan. Sebelumnya, polisi memperingatkan bahwa dia bersenjata dan"sangat berbahaya.

Penembakan massal di Chicago terjadi ketika ingatan publik Amerika masih terngiang pembantaian di Sekolah Dasar Uvalde, Texas, yang menewaskan 19 anak pada 24 Mei, serta penembakan di toko kelontong Buffalo, New York, yang merenggut nyawa 10 orang pada 14 Mei.

Baca juga:

Menurut situs Arsip Kekerasan Senjata, sekitar 40.000 kematian per tahun disebabkan oleh senjata api.

Penembakan massal di Chicago terjadi pada hari kemerdekaan Amerika. Kota-kota di seluruh negeri mengadakan parade serupa dan orang-orang mengadakan pesta barbekyu, menghadiri acara olahraga, dan berkumpul untuk menonton pertunjukan kembang api.

"Kami sedang bersiap turun ke jalan kemudian sekelompok orang tiba-tiba berlarian, seperti berlari ke arah kami. Dan tepat sebelum itu terjadi, kami mendengar pop, pop, pop, pop, pop, dan saya pikir itu kembang api," saksi mata bernama Emily Prazak kepada AFP.

Penembakan massal di Chicago dimulai pada pukul 10.14 waktu setempat, kata polisi. Ketika itu parade kira-kira sudah menempuh tiga-perempat jalan.

Baca juga: Kenapa Amerika Disebut Negeri Paman Sam dan Siapa Uncle Sam?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber AFP,Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.