Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Kompas.com - 27/01/2022, 23:40 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi Kementerian Pertahanan dan para kepala industri pertahanan di Bocharov Ruchei, resor Laut Hitam di Sochi, Rusia, Rabu (3/11/2021). SPUTNIK KREMLIN/MIKHAIL METZEL via APPresiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi Kementerian Pertahanan dan para kepala industri pertahanan di Bocharov Ruchei, resor Laut Hitam di Sochi, Rusia, Rabu (3/11/2021).

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia pada Kamis (27/1/2022) mengatakan, pandangannya tidak dibahas dalam tanggapan Amerika Serikat (AS) terhadap proposal keamanannya untuk mengakhiri ketegangan atas Ukraina.

Meski begitu, Kremlin menambahkan, Rusia tidak akan menanggapi dengan tergesa-gesa.

"Tidak dapat dikatakan bahwa pandangan kami diperhitungkan, atau menunjukkan kesiapan untuk mempertimbangkan kekhawatiran kami," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dikutip dari AFP.

Baca juga: Kenapa Rusia Tidak Masuk NATO? Ini 5 Alasannya

Peskov mengatakan, dokumen yang disampaikan oleh Washington dalam koordinasi dengan sekutu NATO pada Rabu (26/1/2022) tersebut sudah berada di tangan Presiden Vladimir Putin.

"Semua surat-surat ini ada pada presiden," katanya. “Jangan terburu-buru menilai, perlu waktu untuk menganalisanya.”

Peskov mengatakan, Washington dan NATO sudah meminta agar dokumen itu tetap dirahasiakan, tetapi mengingat berapa banyak rincian yang telah diungkapkan oleh pejabat Barat, itu mungkin tidak sepadan.

Ketegangan antara Rusia dan Barat mencapai puncaknya pasca-Perang Dingin setelah Moskwa mengerahkan puluhan ribu tentara di perbatasan Ukraina, sehingga meningkatkan kekhawatiran invasi.

Rusia menyangkal rencana untuk menyerang Ukraina, tetapi bulan lalu mengajukan tuntutan jaminan keamanan luas dari Barat, termasuk bahwa Ukraina tidak akan diizinkan bergabung dengan aliansi militer NATO yang dipimpin AS.

Amerika Serikat pada Rabu (26/1/2022) menyampaikan jawaban dalam koordinasi dengan para sekutu NATO, yaitu menolak larangan apa pun di Ukraina, tetapi menawarkan apa yang disebutnya jalur diplomatik baru untuk keluar dari krisis.

Baca juga: Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.