Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Kompas.com - 26/01/2022, 17:00 WIB
Penyanyi Neil Young tampil di acara Harvest Moon: A Gathering di Lake Hughes, California, 14 September 2019. AFP/GETTY IMAGES/KEVIN WINTERPenyanyi Neil Young tampil di acara Harvest Moon: A Gathering di Lake Hughes, California, 14 September 2019.

 

KOMPAS.com - Legenda musik rock Neil Young menuntut agar musiknya dihapus dari aplikasi streaming musik Spotify.

Dia menuduh layanan streaming itu menyebarkan informasi "palsu" tentang vaksin.

Young juga memberi pernyataan keras pada Spotify.

Baca juga: Joe Rogan Picu Kontroversi, Spotify Dituntut Tindak Tegas Misinformasi di Podcast

“Saya melakukan ini karena Spotify menyebarkan informasi palsu tentang vaksin, berpotensi menyebabkan kematian bagi mereka yang percaya disinformasi yang disebarkannya,” tulis Young dalam surat kepada label rekaman dan tim manajemennya, dilansir Rolling Stone.

“Tolong bertindak tentang ini segera dan beri tahu saya tentang jadwalnya,” tambahnya.

Setelahnya, Young memberi pernyataan keras soal karyanya di salah satu platform streaming musik terbesar itu.

“Saya ingin Anda memberi tahu Spotify hari ini bahwa saya ingin semua musik saya keluar dari platform mereka," ujarnya.

Baca juga: Lagu Shape Of You Ed Sheeran Jadi Lagu Pertama yang Capai Tiga Miliar Streaming di Spotify

Sebelumnya, koalisi yang terdiri dari 270 dokter dan pendidik sains meminta Spotify mengambil tindakan terhadap podcast original platform "The Joe Rogan Experience" yang isinya dianggap bermasalah.

"Dengan mengizinkan penyebaran pernyataan palsu dan berbahaya secara sosial, Spotify memungkinkan media yang dihostingnya merusak kepercayaan publik terhadap penelitian ilmiah dan menabur keraguan dalam kredibilitas panduan berbasis data yang ditawarkan para profesional medis," tulis mereka dalam surat terbuka.

Para profesional perawatan kesehatan mencatat bahwa Joe Rogan, si empunya podcast, memiliki pengaruh besar.

Tapi dia punya episode kontroversial yang menampilkan Robert Malone, ahli virologi yang menurut mereka mempromosikan informasi yang salah tentang Covid-19.

Baca juga: INFORMASI: Cara Membedakan Misinformasi dan Disinformasi

Para ahli telah mengkritik pernyataan selama episode itu, khususnya mengenai pandemi dan bagaimana virus corona berdampak pada orang-orang, terutama individu yang lebih muda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.