Kompas.com - 24/01/2022, 19:07 WIB
Petugas subdistrik mengantarkan paket makanan gratis ke rumah-rumah warga yang terdampak lockdown di Xi'an, provinsi Shaanxi, Rabu (29/12/2021). Pemerintah China menjanjikan suplai makanan yang stabil ke Xi'an yang dihuni 13 juta penduduk untuk menekan penyebaran Covid-19. Lockdown Xi'an adalah yang terketat di China sejak ditutupnya Wuhan saat awal pandemi. XINHUA/LIU XIAO via APPetugas subdistrik mengantarkan paket makanan gratis ke rumah-rumah warga yang terdampak lockdown di Xi'an, provinsi Shaanxi, Rabu (29/12/2021). Pemerintah China menjanjikan suplai makanan yang stabil ke Xi'an yang dihuni 13 juta penduduk untuk menekan penyebaran Covid-19. Lockdown Xi'an adalah yang terketat di China sejak ditutupnya Wuhan saat awal pandemi.

XI'AN, KOMPAS.com - China pada Senin (24/1/2022) mencabut lockdown di Xi'an, salah satu penguncian terlama di "Negeri Panda" sejak awal pandemi Covid-19.

Sebanyak 13 juta penduduk kota bersejarah itu dikurung di rumah mereka sejak 22 Desember setelah ditemukannya klaster Covid-19 yang tumbuh menjadi lebih dari 2.100 kasus, dan menjadi wabah lokal terbesar di China dalam beberapa bulan.

Dengan Olimpiade Musim Dingin yang akan dimulai minggu depan, pihak berwenang China berusaha keras memberantas wabah Covid-19 di beberapa kota besar, yang terbaru di Beijing, di mana lebih dari 40 kasus dicatat sejak pertengahan Januari.

Baca juga: Suksesnya Lockdown Xian: China Suplai Makanan Gratis dan Turunkan Kasus Covid-19

Meski beban kasus virus corona China tidak sebesar jumlah global, strategi nol-Covid yang ketat di negara itu mengharuskan kemunculan sekecil apa pun kasus ditindaklanjuti dengan pelacakan kontak, penguncian yang ditargetkan, dan karantina panjang.

Para pejabat mulai menghapus pembatasan di Xi'an minggu lalu setelah kasus harian melambat menjadi satu digit.

Penduduk dengan status kesehatan yang bersih sekarang diizinkan meninggalkan kota, sementara transportasi umum dan kegiatan ekonomi sepenuhnya dilanjutkan sekarang, karena Xi'an dianggap sebagai daerah berisiko rendah, kata otoritas pengendalian virus pada Senin, dikutip dari AFP.

Hanya satu distrik yang sekarang masih di-lockdown, kata pemberitahuan itu, dan pembatasan akan dicabut di kemudian hari.

Namun, para pelancong ke Xi'an masih perlu memberikan hasil tes negatif baru-baru ini, sementara yang berasal dari daerah terkena virus di China dilarang masuk.

Otoritas Xi'an sempat mendapat kecaman karena penanganan mereka terhadap lockdown yang berkepanjangan, termasuk masalah pasokan makanan dan tragedi medis dari pasien yang ditolak aksesnya ke rumah sakit.

Baca juga: Mengenal Strategi Nol Covid China, Begini Cara Kerja dan Risikonya...

Sementara itu di Beijing, pihak berwenang meningkatkan langkah-langkah pengendalian virus yang sudah ketat setelah lonjakan kasus baru-baru ini, yang bertepatan dengan liburan nasional sebelum Tahun Baru Imlek.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.