Kompas.com - 24/01/2022, 15:45 WIB
Demonstran berpartisipasi dalam pawai ?Defeat the Mandates? di Washington, DC, pada Minggu (23/1/2022). Demonstran memprotes mandat masker dan vaksinasi Covid-19.
STEFANI REYNOLDSDemonstran berpartisipasi dalam pawai ?Defeat the Mandates? di Washington, DC, pada Minggu (23/1/2022). Demonstran memprotes mandat masker dan vaksinasi Covid-19.

WASHINGTON, D.C., KOMPAS.com – Ribuan demonstran anti-masker dan anti-mandat vaksin Covid-19 berunjuk rasa di pusat kota Washington, D.C., Amerika Serikat (AS) untuk menentang kebijakan Biden terkait masker dan vaksin Covid-19 pada Minggu (23/1/2021).

Massa berkumpul di deket Monumen Washington, lalu berpawai ke Lincoln Memorial, sambil memegang poster-poster bertuliskan tuntutan atau cemoohan, seperti “Paksaan Itu Bukan Pilihan” dan “Buatlah Cinta Bukan Buat Mandat!!!”.

Diberitakan Kantor Berita AFP, Senin (24/1/2022), demontrasi di AS ini juga diwarnai dengan sesi orasi.

Baca juga: CDC: Anak yang Pernah Terinfeksi Covid-19 Berisiko Lebih Tinggi Terkena Diabetes

Hadir sebagai orator termasuk anti-vaxxer terkenal Robert F. Kennedy Jr., yang membandingkan mandat vaksin dengan Holocaust.

Dia mengambil mikrofon di depan marmer putih Lincoln Memorial untuk mengecam aturan tersebut.

Sama seperti pembatasan Covid-19 lainnya yang bertujuan untuk mengendalikan, mandat vaksin di AS telah menjadi masalah politik yang sangat terpolarisasi.

Padahal Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 70 juta orang di AS dan menewaskan lebih dari 865.000 orang.

“Mandat dan kebebasan tidak bisa bercampur, seperti minyak dan air,” kata pembicara lainnya.

Demonstrasi di AS kali ini dihadiri oleh orang-orang dari berbagai usia, termasuk anak-anak, dan sebagian besar tak memakai masker.

"Saya bukan anti-vaksin, tapi saya anti vaksin ini (Covid-19)," Michelle, seorang ahli terapi fisik berusia 61 tahun dari Virginia yang menolak menyebutkan nama belakangnya, mengatakan kepada AFP.

Baca juga:Tak Wajib Tes Antigen Pasca-Isolasi, Pedoman Terbaru CDC Tuai Kecaman

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertarungan Mata-mata antara Barat dan Rusia Memanas di Tengah Perang Ukraina

Pertarungan Mata-mata antara Barat dan Rusia Memanas di Tengah Perang Ukraina

Global
KBRI Roma Adakan Joint Webinar dengan Utusan Swiss, Bahas Pertanian Digital

KBRI Roma Adakan Joint Webinar dengan Utusan Swiss, Bahas Pertanian Digital

Global
AS Akan Hapus 5 Kelompok Ekstremis Ini dari Daftar Organisasi Teroris Asing

AS Akan Hapus 5 Kelompok Ekstremis Ini dari Daftar Organisasi Teroris Asing

Global
McDonald's Akan Keluar dari Rusia dan Jual Bisnisnya

McDonald's Akan Keluar dari Rusia dan Jual Bisnisnya

Global
Meski Ada Larangan Ekspor, India Akan Tetap Kirim Gandum ke Negara yang Membutuhkan

Meski Ada Larangan Ekspor, India Akan Tetap Kirim Gandum ke Negara yang Membutuhkan

Global
Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ratu Elizabeth II Akhirnya Hadiri Perayaan Jubilee

Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ratu Elizabeth II Akhirnya Hadiri Perayaan Jubilee

Global
Turki: Finlandia Gabung NATO dengan Damai, Swedia Provokatif

Turki: Finlandia Gabung NATO dengan Damai, Swedia Provokatif

Global
Saingi Krakatau, Letusan Gunung Tonga Jadi Ledakan Terbesar di Atmosfer yang Pernah Tercatat

Saingi Krakatau, Letusan Gunung Tonga Jadi Ledakan Terbesar di Atmosfer yang Pernah Tercatat

Global
Ketika Angklung Bergema di Markas AC Milan...

Ketika Angklung Bergema di Markas AC Milan...

Global
Derita Warga India “Disengat” Gelombang Panas hingga 49 Derajat Celsius

Derita Warga India “Disengat” Gelombang Panas hingga 49 Derajat Celsius

Global
Korea Utara: Lebih dari 1 Juta Orang Dikhawatirkan Telah Terinfeksi Covid-19

Korea Utara: Lebih dari 1 Juta Orang Dikhawatirkan Telah Terinfeksi Covid-19

Global
Kisah Ibu dengan 7 Anak Berkebutuhan Khusus, Sempat Jenuh tapi Tak Menyerah

Kisah Ibu dengan 7 Anak Berkebutuhan Khusus, Sempat Jenuh tapi Tak Menyerah

Global
Hassan Sheik Mohamud Terpilih sebagai Presiden Somalia untuk Kedua Kalinya dengan Pemilu Damai

Hassan Sheik Mohamud Terpilih sebagai Presiden Somalia untuk Kedua Kalinya dengan Pemilu Damai

Global
Penembakan Massal di Gereja California AS, Pelaku Tembak Jemaat Lansia, Insiden Kedua Minggu Ini

Penembakan Massal di Gereja California AS, Pelaku Tembak Jemaat Lansia, Insiden Kedua Minggu Ini

Global
Profil Sheikh Mohamed bin Zayed, Presiden UEA, Ahli Strategi yang Karismatik

Profil Sheikh Mohamed bin Zayed, Presiden UEA, Ahli Strategi yang Karismatik

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.