Donald Trump dan 2 Anaknya Dipanggil Pengadilan AS, Bisnisnya Diselidiki

Kompas.com - 04/01/2022, 11:31 WIB
Foto bertanggal 28 Oktober 2020 memperlihatkan Donald Trump saat masih menjabat Presiden Amerika Serikat, mendengarkan pembicaraan para pemimpin bisnis Nevada dalam sebuah acara di Trump International Hotel, Las Vegas. AP PHOTO/EVAN VUCCIFoto bertanggal 28 Oktober 2020 memperlihatkan Donald Trump saat masih menjabat Presiden Amerika Serikat, mendengarkan pembicaraan para pemimpin bisnis Nevada dalam sebuah acara di Trump International Hotel, Las Vegas.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pejabat tinggi kehakiman New York memanggil mantan presiden Donald Trump, putranya Don Jr, dan putrinya Ivanka dalam penyelidikannya terhadap urusan bisnis keluarga.

Pemanggilan tersebut tercantum dalam pengajuan pengadilan pada Senin (3/1/2022).

Jaksa Agung negara bagian Letitia James, seorang Demokrat, mengeluarkan panggilan pengadilan untuk meminta kesaksian mereka dalam penyelidikan sipil selama bertahun-tahun bulan lalu, menurut dokumen itu.

Baca juga: Trump Gembar-gemborkan Prestasinya Kembangkan Vaksin Covid-19

Pengajuan itu terungkap setelah Washington Post melaporkan pada Desember bahwa James meminta Trump bersaksi secara langsung di kantornya pada 7 Januari.

Pengajuan hukum pada Senin adalah kali pertama penyelidik mengatakan, mereka juga ingin menanyai dua anak tertua Trump di bawah sumpah.

Menyusul laporan Washington Post, Trump menggugat James dengan alasan dia melanggar hak konstitusionalnya dengan penyelidikan bermotif politik.

"Meskipun banyak upaya untuk menunda penyelidikan kami oleh Trump Organization, kami yakin bahwa pertanyaan kami akan dijawab dan kebenaran akan terungkap karena tidak ada seorang pun yang kebal hukum," kata juru bicara James, Senin (3/1/2022), dikutip dari AFP.

Alina Habba, pengacara untuk Trump, mengindikasikan bahwa keluarga akan menentang panggilan pengadilan.

"Cara dia mempersenjatai kantornya melalui perburuan penyihir politik ini melampaui semua batas standar penuntutan dan melanggar hak konstitusional dasar," kata Habba tentang James.

"Tindakannya merupakan ancaman bagi demokrasi kita dan saya berencana untuk meminta pertanggungjawabannya sepenuhnya," tambahnya.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Global
Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Global
Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Global
AS Peringatkan Agar Bisnis Tak Pekerjakan Pekerja IT dari Korea Utara

AS Peringatkan Agar Bisnis Tak Pekerjakan Pekerja IT dari Korea Utara

Global
Diboikot Negara Barat, Ekspor Minyak Rusia ke India Melonjak, Naik Jadi Pemasok Terbesar Keempat

Diboikot Negara Barat, Ekspor Minyak Rusia ke India Melonjak, Naik Jadi Pemasok Terbesar Keempat

Global
Warga Jepang dan Korsel Patuh Pakai Masker Meski Covid-19 Kian Mereda

Warga Jepang dan Korsel Patuh Pakai Masker Meski Covid-19 Kian Mereda

Global
AS Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 'Lima Kali Kecepatan Suara'

AS Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 'Lima Kali Kecepatan Suara'

Global
PM Estonia ke Para Pemimpin Dunia: Setop Telepon Putin Biar Rasakan Isolasi Sesungguhnya

PM Estonia ke Para Pemimpin Dunia: Setop Telepon Putin Biar Rasakan Isolasi Sesungguhnya

Global
Anjing Korban Kekerasan di Hongaria Dilatih Jadi Tim Misi NATO

Anjing Korban Kekerasan di Hongaria Dilatih Jadi Tim Misi NATO

Global
Bernama Sama dengan Majalah, Pub Bernama Vogue Diminta Ganti Nama

Bernama Sama dengan Majalah, Pub Bernama Vogue Diminta Ganti Nama

Global
Rusia: 265 Tentara Ukraina di Pabrik Baja Azovstal Mariupol Menyerahkan Diri

Rusia: 265 Tentara Ukraina di Pabrik Baja Azovstal Mariupol Menyerahkan Diri

Global
Kisah Penggalian Makam Firaun Tutankhamun 100 Tahun Lalu dan Sayatan Pertama yang Membedahnya

Kisah Penggalian Makam Firaun Tutankhamun 100 Tahun Lalu dan Sayatan Pertama yang Membedahnya

Global
Pasca-pemilu, Sekjen PBB Minta Lebanon Bentuk Pemerintah Inklusif

Pasca-pemilu, Sekjen PBB Minta Lebanon Bentuk Pemerintah Inklusif

Global
Imigrasi Batam Pastikan Dokumen UAS Lengkap Saat Mau ke Singapura

Imigrasi Batam Pastikan Dokumen UAS Lengkap Saat Mau ke Singapura

Global
Alasan Turki Tolak Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Alasan Turki Tolak Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.