PM Inggris Boris Johnson Dituduh Langgar Aturan Covid-19 dengan Berpesta Saat Natal 2020

Kompas.com - 02/12/2021, 06:53 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat menghadiri persiapan pasar UK Food and Drinks di Downing Street London, Selasa (30/11/2021). AP PHOTO/FRANK AUGSTEINPerdana Menteri Inggris Boris Johnson saat menghadiri persiapan pasar UK Food and Drinks di Downing Street London, Selasa (30/11/2021).

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan para stafnya di kantor Downing Street, dituduh melanggar aturan Covid-19 dengan menggelar pesta saat Natal 2020.

Inggris saat itu berada dalam lockdown kedua, dan London menerapkan pembatasan tingkat tiga

Menurut laporan Mirror pada Selasa (30/11/2021), sekitar 40-50 orang menghadiri pesta itu di ruangan Downing Street No. 10 berukuran sedang untuk dua acara.

Baca juga: Kepala Dinas Rahasia Inggris MI6: Ancaman China Jadi Fokus Terbesar Kami

Pengungkapan itu muncul setelah kepala kesehatan terkemuka Dr Jenny Harries memperingatkan, orang-orang harus mengurangi sosialisasi Natal tahun ini untuk mengekang lonjakan Covid-19 di masa depan.

Namun, Johnson menolak gagasan tersebut dengan berkata, "Kami tidak ingin orang membatalkan acara seperti itu."

Seorang sumber mengatakan kepada Mirror ada banyak pertemuan sosial di Downing Street tahun lalu ketika rakyat menjalani pembatasan.

Mereka bahkan menyebutkan, selalu ada pesta di flat yang ditempati Boris Johnson dengan istrinya.

Ada juga klaim dari pertemuan ketiga yang lebih kecil pada 13 November, malam ketika Kepala Staf Downing Street No. 10, Dominic Cummings, keluar.

Downing Street tidak menyangkal klaim tersebut, tetapi seorang juru bicara mengatakan, "Aturan Covid diikuti setiap saat."

Baca juga: PM Inggris Boris Johnson Disebut Sering Tidur Siang, Downing Street Membantah

Adapun juru bicara istri Boris Johnson membantah dia mengadakan pesta apa pun di flat itu saat pembatasan diberlakukan, menambahkan.

“Ini benar-benar omong kosong. Nyonya Johnson mengikuti aturan virus corona setiap saat dan sangat tidak benar untuk menuding sebaliknya," ujar dia

Seorang ahli hukum mengeklaim, jika benar ada pesta maka peristiwa itu bisa dihukum dengan denda 10.000 poundsterling (Rp 191 juta).

Baca juga: Diisukan Akan Mundur dari Jabatan Perdana Menteri, Boris Johnson Bikin Akun LinkedIn

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.