Mantan Perdana Menteri Lesotho Didakwa atas Pembunuhan Istrinya

Kompas.com - 01/12/2021, 20:05 WIB
Mantan perdana menteri Lesotho Thomas Thabane (kiri), didakwa atas pembunuhan istrinya Lipolelo Thabane (kanan), dalam kasus yang mengejutkan kerajaan dataran tinggi Afrika selatan itu.
AFP PHOTO/SAMSON MOTIKOEMantan perdana menteri Lesotho Thomas Thabane (kiri), didakwa atas pembunuhan istrinya Lipolelo Thabane (kanan), dalam kasus yang mengejutkan kerajaan dataran tinggi Afrika selatan itu.

MASERU, KOMPAS.com - Mantan perdana menteri Lesotho Thomas Thabane, didakwa atas pembunuhan istrinya Lipolelo Thabane, dalam kasus yang mengejutkan kerajaan dataran tinggi Afrika selatan itu.

Thomas Thabane, mengenakan setelan bergaris-garis biru tua dan kemeja biru muda, duduk dengan tenang di samping istrinya saat ini, Maesaiah Thabane.

Baca juga: Tersangka Pembunuhan Taiwan Kabur ke China, Terjebak di Hotel karena Karantina Covid-19

Maesaiah Thabane yang juga didakwa atas pembunuhan itu mengenakan gaun merah marun dan topi jerami, saat dakwaan dibacakan terhadap mereka dibacakan dalam wawancara pengadilan pendahuluan di ruang tertutup Pengadilan Tinggi Lesotho pada Selasa (30/11/2021) melansir Reuters.

Maesaiah Thabane (43 tahun), dan Thomas Thabane (sekarang 82 tahun), keduanya membantah terlibat dalam pembunuhan itu.

Korban, Lipolelo Thabane (58 tahun), ditembak mati saat duduk dalam mobilnya, di dekat rumahnya di ibu kota, Maseru.

Pembunuhan itu terjadi beberapa hari sebelum Thomas Thabane dilantik sebagai perdana menteri pada Juni 2017. Keduanya tengah melalui perceraian sengit pada saat kematiannya.

Polisi menuduh Maesaiah menyewa delapan pembunuh untuk membunuh Lipolelo, tetapi tidak hadir dalam penembakan itu.

Baca juga: Kisah Kelam Patrizia Reggiani, Istri dan Dalang Pembunuhan Pewaris Merek Gucci

Thomas dan Maesaiah Thabane menikah dua bulan setelah penembakan itu terjadi.

Mereka juga didakwa dengan percobaan pembunuhan Thato Sibolla, yang bersama Lipolelo Thabane ketika dia ditembak.

Dakwaan lainnya yang dijatuhkan kepada pasangan suami istri itu termasuk soal kerusakan properti yang berbahaya, mobil korban.

Thomas Thabane mengundurkan diri pada Mei 2020, setelah tekanan untuk mundur dari partainya, All Basotho Convention (ABC), tokoh oposisi dan mediator Afrika Selatan.

Kasus ini telah mengejutkan banyak orang dan menyebabkan keributan politik di kerajaan kecil yang terkurung daratan yang seluruhnya dikelilingi oleh Afrika Selatan.

Kasus ini akan disidangkan pada 8-10 Maret 2022.

Baca juga: Sejumlah Teori Konspirasi di Balik Pembunuhan John F Kennedy

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.