Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Kompas.com - 26/11/2021, 19:34 WIB
Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan untuk memperbarui tuntutan mereka akan pemerintahan sipil di ibu kota Sudan, Khartoum, Kamis, 25 November 2021. AP PHOTO/MARWAN ALIRibuan pengunjuk rasa turun ke jalan untuk memperbarui tuntutan mereka akan pemerintahan sipil di ibu kota Sudan, Khartoum, Kamis, 25 November 2021.

KHARTOUM, KOMPAS.com - Ribuan pengunjuk rasa Sudan berunjuk rasa pada Kamis (25/11/2021) menentang perebutan kekuasaan militer bulan lalu, dan menolak kesepakatan yang dicapai antara jenderal tinggi yang melihat perdana menteri diangkat kembali.

Di Khartoum, para demonstran meneriakkan "rakyat menginginkan kejatuhan rezim". Di ibu kota kembar Omdurman yang lain meneriakkan "kekuasaan untuk rakyat, pemerintahan sipil adalah pilihan rakyat".

Baca juga: Hindari Pertumpahan Darah, PM Sudan Menjabat Lagi Usai Buat Kesepakatan dengan Militer

Jenderal Abdel Fattah al-Burhan merebut kekuasaan dan menahan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok pada 25 Oktober.

Tetapi setelah kecaman internasional dan protes massa, dia mengangkat kembali perdana menteri pada Minggu (21/11/2021).

Penyelenggara protes terkini di negara bagian Afrika timur laut itu menuduh Hamdok melakukan "pengkhianatan" dan berjanji akan terus menekan otoritas militer-sipil.

AFP melaporkan, minggu ini aktivis Sudan menyerukan demonstrasi "Hari Martir" pada Kamis (25/11/2021) melalui media sosial.

Protes itu juga digelar untuk menghormati 42 pengunjuk rasa yang tewas dalam tindakan keras pasca-kudeta, menurut jumlah terbaru dari petugas medis.

Baca juga: Dalam Bentrok Menentang Militer Sudan, Remaja 16 Tahun Tewas Tertembak di Kepala

Hamdok telah menjadi Perdana Menteri Sudan dalam pemerintahan transisi, sejak penggulingan penguasa otokratis lama Omar al-Bashir pada 2019.

Dia mengatakan pada Rabu (24/11/2021) bahwa dia telah bermitra dengan militer untuk "menghentikan pertumpahan darah" dan agar "kemajuan yang ada dua tahun terakhir tidak sia-sia".

Hamdok sendiri ditempatkan di bawah tahanan rumah setelah kudeta, yang memicu gelombang protes jalanan massal yang ditanggapi dengan tindakan keras mematikan oleh pasukan keamanan Sudan.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Global
Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Global
Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini 'Resign' lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini "Resign" lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Global
Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Global
Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Global
Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Global
ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

Global
Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Global
Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Global
Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Global
Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Global
Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Global
Sosok Tukang Ghosting Ini Viral di New York, Kencani Banyak Wanita Lalu Menghilang

Sosok Tukang Ghosting Ini Viral di New York, Kencani Banyak Wanita Lalu Menghilang

Global
Enggan Suplai Senjata untuk Lawan Rusia, Jerman Akan Kirim RS Lapangan ke Ukraina

Enggan Suplai Senjata untuk Lawan Rusia, Jerman Akan Kirim RS Lapangan ke Ukraina

Global
Akhir Kasus Kematian Gabby Petito dan Kata-kata Terakhir Brian Laundrie Sebelum Membunuhnya

Akhir Kasus Kematian Gabby Petito dan Kata-kata Terakhir Brian Laundrie Sebelum Membunuhnya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.