Alexander Lukashenko: Sangat Mungkin Pasukannya Bantu Migran Masuk Perbatasan Belarus-Polandia

Kompas.com - 20/11/2021, 10:40 WIB
Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengunjungi bilik suara dalam pemilihan presiden di Minsk, pada 9 Agustus 2020. Sergei Gapon/Pool via REUTERSPresiden Belarus Alexander Lukashenko mengunjungi bilik suara dalam pemilihan presiden di Minsk, pada 9 Agustus 2020.

MINSK, KOMPAS.com - Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan kepada BBC "sangat mungkin" pasukannya membantu migran masuk ke perbatasan Belarus-Polandia, tetapi membantah mereka diundang.

Ribuan migran, kebanyakan dari Timur Tengah, telah mencoba untuk masuk ke negara Uni Eropa melalui perbatasan Belarus-Polandia dalam beberapa bulan ini.

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC, Alexander Lukashenko berkata, "Kami orang Slavia. Kami memiliki hati. Pasukan kami tahu migran akan ke Jerman."

"Mungkin seseorang membantu mereka. Saya tidak akan menyelidiki ini" ucap pemimpin otoriter Belarus itu, seperti yang dilansir dari BBC pada Sabtu (20/11/2021).

Baca juga: Ukraina Harus Bangun Pagar Perbatasan dengan Rusia-Belarus Sepanjang 2.500 Kilometer

Uni Eropa, NATO, AS telah menuduh Alexander Lukashenko membujuk para migran masuk ke perbatasan Belarus-Polandia dengan janji palsu kemudahan masuk Uni Eropa.

Namun, Lukashenko membantah tuduhan tersebut.

"Saya mengatakan kepada mereka (Uni Eropa) saya tidak menjaring migran ke perbatasan, menahan mereka di perbatasan, dan jika mereka terus datang sekarang, saya tidak akan menghentikan mereka, karena mereka tidak datang ke negara saya, mereka ingin pergi ke negara Anda," ucapnya.

"Namun, saya tidak mengundang mereka ke sini. Dan sejujurnya, saya tidak ingin mereka pergi melewai Belarus," kata Lukashenko tentang kedatangan para migran.

Pemimpin oposisi pemerinatahan Lukashenko, Svetlana Tikhanovskaya mengkritik wawancara eksklusif BBC dengan pemimpin yang kontroversial tersebut.

Tikhanovskaya dan timnya menyebut wawancara soal konflik perbatasan Belarus-Polandia itu hanya akan "memberi panggung kepada seorang diktator".

Baca juga: Belarus Tampung 7.000 Migran, 2.000 di Antaranya Berkemah di Perbatasan Polandia

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konflik Perbatasan Ukraina Makin Tegang, Rusia Pasang Pasukan Militer di Belarus

Konflik Perbatasan Ukraina Makin Tegang, Rusia Pasang Pasukan Militer di Belarus

Global
Darurat Kesehatan Covid-19 Harusnya Bisa Berakhir Tahun Ini, WHO Ungkap Masalahnya

Darurat Kesehatan Covid-19 Harusnya Bisa Berakhir Tahun Ini, WHO Ungkap Masalahnya

Global
Reaksi Media Asing Soal Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia, Singgung Nama Nusantara hingga Ahok

Reaksi Media Asing Soal Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia, Singgung Nama Nusantara hingga Ahok

Global
Viral Video Rusa Terekam Melompat Sangat Tinggi seperti “Melayang di Udara”

Viral Video Rusa Terekam Melompat Sangat Tinggi seperti “Melayang di Udara”

Global
Strategi Transisi Energi Pemerintah Indonesia Perlu Dipercepat

Strategi Transisi Energi Pemerintah Indonesia Perlu Dipercepat

Global
Inggris Larang Iklan Anak Makan Keju Sambil Menggantung Terbalik, Ini Alasannya

Inggris Larang Iklan Anak Makan Keju Sambil Menggantung Terbalik, Ini Alasannya

Global
Tanggapan Mendagri Malaysia Soal Nasib Rohana, Wanita Keturunan Indonesia yang Kesulitan Dapat Kewarganegaraan

Tanggapan Mendagri Malaysia Soal Nasib Rohana, Wanita Keturunan Indonesia yang Kesulitan Dapat Kewarganegaraan

Global
Ketika Mahasiswi Muslim di India Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Hijab...

Ketika Mahasiswi Muslim di India Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Hijab...

Global
FOTO: Penampakan Tonga Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Berapi, Kini Tertutup Abu Tebal

FOTO: Penampakan Tonga Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Berapi, Kini Tertutup Abu Tebal

Global
Hong Kong Akan Bunuh 2.000 Hewan Kecil, Termasuk Hamster dan Kelinci, karena Covid-19

Hong Kong Akan Bunuh 2.000 Hewan Kecil, Termasuk Hamster dan Kelinci, karena Covid-19

Global
Brasil Catatkan Rekor Baru Kasus Covid-19 Harian, Capai 137.000 Kasus

Brasil Catatkan Rekor Baru Kasus Covid-19 Harian, Capai 137.000 Kasus

Global
POPULER GLOBAL: TV Australia Putar Video YouTuber Indonesia Saat Beritakan Tsunami Tonga | Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel

POPULER GLOBAL: TV Australia Putar Video YouTuber Indonesia Saat Beritakan Tsunami Tonga | Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel

Global
Makan Sangat Banyak di All You Can Eat karena Tak Mau Rugi, Wanita Ini Berakhir di RS

Makan Sangat Banyak di All You Can Eat karena Tak Mau Rugi, Wanita Ini Berakhir di RS

Global
5 Bencana Kepunahan Massal di Bumi dalam 4,5 Miliar Tahun Sejarahnya

5 Bencana Kepunahan Massal di Bumi dalam 4,5 Miliar Tahun Sejarahnya

Internasional
Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Internasional
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.