Kompas.com - 26/10/2021, 21:25 WIB
Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah dan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad SHUTTERSTOCK/AHMAD YUSNIYang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah dan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan kekecewaannya, karena pengadilan menerbitkan paspor sementara bagi Najib Razak.

Mahathir mempertanyakan keputusan Pengadilan Banding Malaysia yang mengizinkan paspor sementara bagi Najib dan istrinya untuk keperluan berobat.

"Kasus ini begitu luar biasa. Datuk Seri Najib kelihatan sehat. Dia bisa ke parlemen, bisa berkampanye, tapi sakit-sakitan saat dituntut?" sindirnya.

Baca juga: Ketika Mahathir Beli Ikan Cupang untuk Bantu Usaha Lokal Malaysia

Mahathir Mohamad mengatakan, dengan dikembalikannya paspornya, Najib Razak kini bisa bebas melenggang ke luar negeri.

Mantan PM Malaysia periode 2018 sampai 2020 tersebut menerangkan, dia meminta Najib menghormati keputusan pengadilan dengan kembali ke penjara.

"Orang ini sudah jelas-jelas bersalah. Tetapi dia tidak dijebloskan ke penjara malah dikawal seperti VIP," sindir Mahathir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mungkin dia merupakan kriminal VIP pertama di Malaysia," ujar politisi berjuluk Dr M itu, dilansir World of Buzz Selasa (26/10/2021).

Mantan PM berusia 96 tahun itu memprotes pemerintahan Ismail Sabri Yaakob yang dianggapnya tidak adil.

"Jadi, saya tidak tahu jenis pemerintahan apa saat ini. Mereka begitu gampang meloloskan orang. Di mana letak keadilannya?" keluhnya.

Pada 18 Oktober, pengadilan banding "Negeri Jiran" memberikan izin kepada Najib untuk memperoleh paspornya.

Mantan PM periode 2009 sampai 2018 itu mendapatkan izin sementara dengan dalih mengunjungi putrinya yang tengah hamil di Singapura.

Istrinya, Datin Seri Rosmah Mansor, dalam kesempatan berbeda juga memperoleh paspor karena alasan serupa.

Najib mendapat vonis penjara atas salah satu dakwaan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menjeratnya.

Baca juga: Mahathir Gabung Anwar Ibrahim Tuntut Muhyiddin Lengser dari Kursi PM Malaysia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Resmi Umumkan Boikot Diplomatik di Olimpiade Beijing 2022

AS Resmi Umumkan Boikot Diplomatik di Olimpiade Beijing 2022

Global
POPULER GLOBAL: Nikahi Mantan Istri lalu Donasi Ginjal | Di Ambang Invasi Rusia ke Ukraina

POPULER GLOBAL: Nikahi Mantan Istri lalu Donasi Ginjal | Di Ambang Invasi Rusia ke Ukraina

Global
Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Global
Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

Global
Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Internasional
Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Global
Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Global
Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Internasional
Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Global
Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Global
Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Global
75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.