Kompas.com - 26/10/2021, 18:13 WIB
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) adalah laboratorium penelitian di luar Bumi. NASA via WIKIMEDIA COMMONSStasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) adalah laboratorium penelitian di luar Bumi.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Blue Origin, perusahaan pariwisata luar angkasa yang dimiliki oleh pendiri Amazon Jeff Bezos, mengumumkan rencana untuk meluncurkan stasiun luar angkasa komersial.

Jeff Bezos mengatakan pada Senin (25/10/2021) bahwa mereka berharap untuk mengoperasikan stasiun luar angkasa komersial, bernama "Orbital Reef," pada akhir dekade ini, seperti yang dilansir dari BBC pada Selasa (26/10/2021).

Materi promosi yang dirilis oleh Blue Origin mengklaim bahwa stasiun luar angkasa komersial itu akan menjadi "taman bisnis serba guna" yang akan menampung hingga 10 orang.

Baca juga: 3 Astronot China Mendarat di Stasiun Luar Angkasa untuk Misi Terlama

Blue Origin akan bermitra dengan Sierra Space dan Boeing untuk membangun stasiun luar angkasa komersial tersebut.

Blue Origin mengatakan stasiun luar angkasa akan dibangun seluas 32.000 kaki persegi (0,3 hektar) akan menjadi lokasi yang ideal bagi pelanggan untuk "pembuatan film dalam mikro grafitasi" atau "melakukan penelitian mutakhir", dan mengatakan itu juga akan mencakup "hotel luar angkasa".

Pada konferensi pers untuk meluncurkan inisiatif tersebut, eksekutif dari Blue Origin dan Sierra Space menolak untuk memberikan perkiraan biaya pembangunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun proyek tersebut tampaknya dijamin dengan pendanaan besar dari Jeff Bezos, yang telah berkomitmen untuk menghabiskan 1 miliar dollar AS (Rp 14.147 triliun) per tahun untuk Blue Origin.

Baca juga: Astronot Cium Bau Gosong di Stasiun Luar Angkasa Rusia, Alarm Asap Berbunyi

Pengumuman rencana pembangunan stasiun luar angkasa komersial itu muncul saat NASA sedang menangani Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang sudah berusia 20 tahun.

Pejabat Rusia sebelumnya telah memperingatkan bahwa kosmonotnya dapat meninggalkan ISS pada 2025 karena khawatir peralatan usang dapat memicu insiden besar.

Sebagai tanggapan, NASA mengumumkan rencana awal tahun ini untuk memberikan 400 juta dollar AS (Rp 5,6 triliun) dalam kontrak swasta kepada perusahaan luar angkasa untuk membantu badan tersebut menggantikan ISS yang sudah tua.

Namun, ada kemungkinan akan ada persaingan ketat untuk pendanaan. Awal pekan ini, kemitraan antara Nanoracks, Voyager Space, dan Lockheed Martin mengumumkan rencananya sendiri untuk meluncurkan stasiun luar angkasa ke orbit rendah pada 2027.

Baca juga: Stasiun Luar Angkasa Internasional Lepas Kendali, Rusia Salahkan Perangkat Lunak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.