Kompas.com - 25/10/2021, 15:51 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China ini, salah satu pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar, kiri, dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi berpose untuk foto selama pertemuan mereka di Tianjin, China, Rabu, 28 Juli 2021. AP PHOTO/LI RANDalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China ini, salah satu pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar, kiri, dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi berpose untuk foto selama pertemuan mereka di Tianjin, China, Rabu, 28 Juli 2021.

BEIJING, KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri China sekaligus Penasihat Negara Wang Yi akan bertemu delegasi pemerintah interim Afghanistan bentukan Taliban.

Wang Yi akan bertemu delegasi Afghanistan dalam kunjungannya ke Qatar pada Senin (25/10/2021) hingga Selasa (26/10/2021).

Kabar tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri China pada Senin sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Taliban Bunuh 3 Milisi ISIS saat Baku Tembak

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin menuturkan, kedua belah pihak akan bertukar pandangan tentang situasi di Afghanistan.

Wang Yi dan delegasi pemerintah interim Afghanistan juga akan membicarakan apa yang menjadi keprihatinan bersama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebagai tetangga dan mitra tradisional Afghanistan yang bersahabat, China selalu menganjurkan dialog dan kontak untuk memandu perkembangan positif situasi di Afghanistan," kata Wang Wenbin.

Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada Agustus setelah menduduki Kabul dan menggulingkan pemerintah yang didukung AS.

Baca juga: Taliban Sambut Baik Rencana Putin Hapus Kelompoknya dari Daftar Teroris

Kembalinya Taliban ke puncak kekuasaan di Afghanistan tak lepas dari hengkangnya pasukan asing pimpinan AS dari negara tersebut.

Sebulan sebelum Taliban menduduki Kabul, delegasi Taliban sempat menemui Wang Yi di Kota Tianjin, China.

Pada September, China menjanjikan bantuan senilai 200 juta yuan (Rp 441,6 miliar) untuk Afghanistan, termasuk pasokan makanan dan vaksin Covid-19.

China juga mengatakan bahwa pembentukan pemerintah sementara Afghanistan adalah langkah yang diperlukan untuk memulihkan ketertiban di sana, seperti dilansir BBC.

Baca juga: Palang Merah Desak Komunitas Internasional Terlibat dengan Taliban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Global
Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Global
Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Global
3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

Global
8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

Global
Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Internasional
Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Global
Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Global
Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Global
Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Global
Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Global
China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

Global
Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Global
Dapat Ancaman Bom, Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Dapat Ancaman Bom, Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.