Kompas.com - 25/10/2021, 15:17 WIB
Demonstran Sudan turun ke jalan-jalan untuk menuntut transisi pemerintah ke pemerintahan sipil di Khartoum, Sudan, Kamis (21/10/2021). Hubungan antara militer dan kelompok pro-demokrasi Sudan telah memburuk dalam beberapa pekan terakhir karena konflik di negara itu. AP PHOTO/MARWAN ALIDemonstran Sudan turun ke jalan-jalan untuk menuntut transisi pemerintah ke pemerintahan sipil di Khartoum, Sudan, Kamis (21/10/2021). Hubungan antara militer dan kelompok pro-demokrasi Sudan telah memburuk dalam beberapa pekan terakhir karena konflik di negara itu.

KHARTOUM, KOMPAS.com – Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok dibawa ke lokasi rahasia setelah menolak mengeluarkan pernyataan untuk mendukung kudeta militer.

Info tersebut disampaikan Kementerian Informasi Sudan pada Senin (25/10/2021) ketika negara tersebut diguncang kudeta.

Kementerian menambahkan, awalnya Hamdok ditempatkan ke dalam tahanan rumah dan militer menekannya untuk mengeluarkan dukungan terhadap kudeta.

Baca juga: Sudan Diguncang Kudeta, PM Abdalla Hamdok Ditahan

Namun, Hamdok menolak mendukung kudeta militer sehingga dia dibawa ke tempat yang tidak diketahui.

Melansir Reuters, Kementerian Informasi Sudan menyebutkan bahwa Hamdok menyerukan rakyat Sudan untuk melawan upaya kudeta secara damai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kementerian Informasi Sudan juga mendesak agar semua tahanan dibebaskan.

Kementerian juga meminta seluruh rakyat Sudan untuk menghentikan upaya militer yang menggagalkan upaya transisi demokrasi.

Baca juga: Ribuan Massa Pro-militer di Sudan Kembali Serukan Kudeta Pemerintahan Sipil

“Kami mengundang semua orang untuk melanjutkan reli sampai upaya kudeta digagalkan,” kata Kementerian Informasi Sudan.

Diberitakan sebelumnya, militer Sudan diduga melakukan kudeta setelah sebagian besar anggota kabinet dan sejumlah besar pemimpin partai pro-pemerintah ditangkap pada Senin.

Penangkapan tersebut terjadi setelah terjadi ketegangan antara militer dan pemerintah sipil selama bebeberapa pekan sebelumnya.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.