Kompas.com - 25/10/2021, 09:30 WIB
Utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov, kiri, berjabat tangan dengan anggota delegasi politik dari gerakan Taliban Afghanistan Mawlawi Shahabuddin Dilawar, kanan, sebelum pembukaan pembicaraan yang melibatkan perwakilan Afghanistan di Moskow, Rusia, Rabu, 20 Oktober 2021 Rusia mengundang Taliban dan partai-partai Afghanistan lainnya untuk berbicara dan menyuarakan harapan mereka akan membantu mendorong diskusi dan mengatasi tantangan Afghanistan. AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKOUtusan Presiden Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov, kiri, berjabat tangan dengan anggota delegasi politik dari gerakan Taliban Afghanistan Mawlawi Shahabuddin Dilawar, kanan, sebelum pembukaan pembicaraan yang melibatkan perwakilan Afghanistan di Moskow, Rusia, Rabu, 20 Oktober 2021 Rusia mengundang Taliban dan partai-partai Afghanistan lainnya untuk berbicara dan menyuarakan harapan mereka akan membantu mendorong diskusi dan mengatasi tantangan Afghanistan.

MOSKWA, KOMPAS.com - Taliban menyambut baik pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang kemungkinan menghapus kelompok itu dari daftar teror.

Putin, berbicara pada pertemuan International Valdai Club, mengatakan penghapusan Taliban dari daftar kelompok teroris adalah mungkin.

Baca juga: Palang Merah Desak Komunitas Internasional Terlibat dengan Taliban

Namun, dia juga menekankan rencana itu harus terjadi di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lapor Kantor Berita Rusia TASS melansir Hindustan Times.

Putin mengatakan Rusia sedang mempertimbangkan untuk menghapus Taliban dari daftar kelompok ekstremis.

"Kita semua berharap bahwa orang-orang ini, Taliban, yang tidak diragukan lagi mengendalikan situasi di Afghanistan akan memastikan bahwa situasi berkembang secara positif," kata Putin.

"Kementerian Luar Negeri Afghanistan menyambut baik pernyataan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, mengenai penghapusan nama-nama pemimpin IEA dari daftar hitam," kata Abdul Qahar Balkhi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan di pemerintahan sementara negara itu pada Minggu (24/10/2021) melansir Hindustan Times.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: POPULER GLOBAL: Taliban Penggal Pemain Voli Putri | Mantan Raja Spanyol Disuntik Hormon Wanita

"Ketika babak perang telah berakhir, negara-negara dunia juga harus membawa perubahan positif dalam hubungan dan pendekatan mereka terhadap Afghanistan. Kami mencari hubungan positif dengan komunitas internasional berdasarkan prinsip timbal balik," cuit juru bicara Taliban.

Taliban menguasai Kabul pada Agustus dan mereka mengumumkan pemerintahan sementara Afghanistan pada September.

Taliban mendorong pengakuan internasional. Namun, komunitas dunia telah memperjelas bahwa Taliban harus memenuhi janji yang telah mereka buat sebelum pengakuan apa pun.

Baca juga: Keluarga Pemain Voli yang Diisukan Tewas Dipenggal Taliban Buka Suara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Global
Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Global
3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

Global
8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

Global
Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Internasional
Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Global
Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Global
Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Global
Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Global
Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Global
China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

Global
Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Global
Dapat Ancaman Bom, Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Dapat Ancaman Bom, Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Global
Aturan Baru Driver Ojol di China, Pengemudi Akan Dapat UMR dan Jaminan Asuransi

Aturan Baru Driver Ojol di China, Pengemudi Akan Dapat UMR dan Jaminan Asuransi

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.