Kompas.com - 20/10/2021, 10:23 WIB
Militan dengan penutup wajah dari Brigade Izzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, berbaris di sepanjang jalan kamp pengungsi Nusseirat, Jalur Gaza tengah, Jumat, 28 Mei 2021. AP PHOTO/ADEL HANAMilitan dengan penutup wajah dari Brigade Izzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, berbaris di sepanjang jalan kamp pengungsi Nusseirat, Jalur Gaza tengah, Jumat, 28 Mei 2021.

GAZA CITY, KOMPAS.com – Hamas memperingatkan Israel bahwa perang susulan tak dapat dihindari kecuali pendudukannya atas Palestina berakhir dan krisis kemanusiaan di Gaza diselesaikan.

Pernyataan tersebut disampaikan seorang pejabat senior Hamas Ghazi Hamad secara eksklusif kepada Sky News.

Itu merupakan wawancara pertama Ghazi Hamad setelah Hamas dan Israel berhenti jual-beli serangan pada akhir Mei lalu.

Baca juga: Hamas Puji Kemenangan Taliban di Afghanistan

Hamad menuturkan, pergolakan akan berlanjut dengan segala cara sampai sebuah negara Palestina merdeka didirikan.

“Kami dapat mengalahkan Israel, kami dapat menargetkan Israel, kami telah menargetkan Israel berkali-kali,” kata Hamad sebagaimana dilansir Sky News, Selasa (19/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Israel telah mencuri tanah saya. Kami adalah korbannya. Anda harus mengerti, kami adalah korban pendudukan. Kami tidak mempercayai Israel. Kami tidak percaya Israel tertarik pada perdamaian,” imbuh Hamad.

Hamad juga menegaskan bahwa dia menolak untuk mengakui negara Israel dan tidak mengesampingkan konflik lain.

Baca juga: Israel Akan Bantu Bangun Gaza, jika Hamas Mau Damai

“Semuanya terbuka. Hamas mencoba menghindari perang, kami mencoba melindungi rakyat kami. Kami mencoba memberi orang kehidupan yang baik di sini, tetapi pendudukan sepanjang waktu ada di depan mata saya,” tutur Hamad.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pemimpin senior Hamas berada di Mesir. Mereka merundingkan gencatan senjata yang lebih lama dengan Israel.

Namun, pembicaraan tersebut terhenti karena rincian pertukaran tahanan tidak disepakati.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Sky News
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merdeka 118 Malaysia Akan Jadi Gedung Tertinggi Kedua di Dunia

Merdeka 118 Malaysia Akan Jadi Gedung Tertinggi Kedua di Dunia

Global
Jerman Punya 925.800 Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini, Akan Lockdown Warga yang Tak Vaksin

Jerman Punya 925.800 Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini, Akan Lockdown Warga yang Tak Vaksin

Global
Pecahkan Rumus tahun 1959, Jenius Matematika Ini dapat Penghargaan

Pecahkan Rumus tahun 1959, Jenius Matematika Ini dapat Penghargaan

Global
Tukang Ledeng Temukan Ratusan Dollar AS dalam Tembok Gereja Houston

Tukang Ledeng Temukan Ratusan Dollar AS dalam Tembok Gereja Houston

Global
Mirip Puss in Boots di film Shrek, Kucing Oren Ini Punya Banyak Fans

Mirip Puss in Boots di film Shrek, Kucing Oren Ini Punya Banyak Fans

Global
Taiwan Sebut AS Mitra Dagang yang Sangat Penting

Taiwan Sebut AS Mitra Dagang yang Sangat Penting

Global
70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Swedia, Dubes Marina Berg Ungkap Rencana Lanjutan Kedua Negara

70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Swedia, Dubes Marina Berg Ungkap Rencana Lanjutan Kedua Negara

Global
Lama Tersimpan di Ruang Bawah Tanah, Kapal Pesiar Peggy Kembali ke Lokasi Asalnya

Lama Tersimpan di Ruang Bawah Tanah, Kapal Pesiar Peggy Kembali ke Lokasi Asalnya

Global
Rusia Disebut Siapkan 175.000 Tentara untuk Serang Ukraina

Rusia Disebut Siapkan 175.000 Tentara untuk Serang Ukraina

Global
Coba Menipu Perawat, Seorang Pria Gunakan Lengan Palsu saat Divaksin Covid-19

Coba Menipu Perawat, Seorang Pria Gunakan Lengan Palsu saat Divaksin Covid-19

Global
Manajer Pabrik Diamuk dan Dibakar Massa Buruh di Pakistan, Dituduh Menistakan Agama

Manajer Pabrik Diamuk dan Dibakar Massa Buruh di Pakistan, Dituduh Menistakan Agama

Global
Pasang Ratusan Ribu Lampu Natal, Keluarga Ini Pecahkan Rekor Dunia

Pasang Ratusan Ribu Lampu Natal, Keluarga Ini Pecahkan Rekor Dunia

Global
Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Internasional
Tren Spotify Wrapped dan Kontroversi 'Anak Magang' yang Membuatnya

Tren Spotify Wrapped dan Kontroversi "Anak Magang" yang Membuatnya

Global
Wanita Ini 'Menyusui' Kucing di Pesawat, Sempat Gegerkan Maskapai

Wanita Ini "Menyusui" Kucing di Pesawat, Sempat Gegerkan Maskapai

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.