Kompas.com - 19/10/2021, 11:03 WIB
Tangkapan layar dari video pada 14 Oktober 2021 yang diunggah online, memperlihatkan Espen Andersen Brathen (37), warga Denmark yang ditahan pada Rabu (13/10/2021) karena membunuh lima orang di kota Kongsberg, Norwegia. DOK ESPEN ANDERSEN BRATHEN via APTangkapan layar dari video pada 14 Oktober 2021 yang diunggah online, memperlihatkan Espen Andersen Brathen (37), warga Denmark yang ditahan pada Rabu (13/10/2021) karena membunuh lima orang di kota Kongsberg, Norwegia.

KONGSBERG, KOMPAS.com - Polisi Norwegia pada Senin (18/10/2021) mengatakan, pelaku serangan yang menwaskan lima korban pekan lalu bukan memakai busur dan anak panah, melainkan benda tajam.

"Pada titik tertentu, dia membuang atau kehilangan busur dan anak panahnya," kata inspektur polisi Per Thomas Omholt kepada wartawan, dikutip dari AFP.

Dia mengatakan saat serangan terjadi pada Rabu (13/10/2021), tersangka membunuh lima orang dengan benda tajam baik di rumah pribadi maupun di tempat umum.

Baca juga: Bersenjatakan Busur dan Panah, Pria Norwegia Bunuh 5 Orang

Polisi, yang sebelumnya mengatakan bahwa tersangka Espen Andersen Brathen dipersenjatai dengan busur dan anak panah serta dua senjata lainnya, tidak merinci senjata tajam itu, tetapi menambahkan bahwa mereka masih mewawancarai para saksi.

"Semuanya menunjuk pada korban-korban yang dipilih secara acak," lanjut Omholt.

Menurut polisi, lebih dari 10 orang juga ditembak dengan panah pada awal serangan, tetapi tidak ada yang tewas dengan senjata itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama interogasi polisi, Brathen mengakui pembunuhan dan melukai tiga lainnya.

Warga negara Denmark berusia 37 tahun tersebut secara terbuka mengumumkan bahwa dia baru pindah agama, dan awalnya polisi mengkhawatirkan dia terkena radikalisasi.

Brathen kemudian ditahan di fasilitas medis sambil menunggu evaluasi psikiatris, yang diperlukan untuk menentukan apakah dia dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum atas tindakannya.

"Mengenai motif, penyakit tetap menjadi hipotesis utama," tambah Omholt.

Pada Sabtu, polisi mengumumkan identitas lima korban yang terdiri dari empat perempuan dan satu pria, yaitu Andrea Meyer (52), Hanne Merethe Englund (56), Liv Berit Borge (75), Gunnar Erling Sauve (75), dan Gun Marith Madsen (78).

Baca juga: 5 Orang Tewas Dipanah di Norwegia, Tersangka Ditangkap, Ada Kemungkinan Teroris

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Varian Omicron, Jerman Batasi Mobilitas Warga yang Belum Vaksin

Cegah Varian Omicron, Jerman Batasi Mobilitas Warga yang Belum Vaksin

Global
Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Global
Covid-19 di Perancis Memburuk, Lebih dari 50.000 Kasus Sehari

Covid-19 di Perancis Memburuk, Lebih dari 50.000 Kasus Sehari

Global
Militer China Makin Kuat, AS Tidak Panik

Militer China Makin Kuat, AS Tidak Panik

Global
KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

Global
Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur

Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur

Global
BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Migran Indonesia, Saat Manfaat Berkali Lipat dari Iuran

BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Migran Indonesia, Saat Manfaat Berkali Lipat dari Iuran

Global
2 Tahun Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah untuk Merawatnya

2 Tahun Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah untuk Merawatnya

Global
Selama Pandemi, Sebanyak 21.316 Siswa Malaysia Putus Sekolah

Selama Pandemi, Sebanyak 21.316 Siswa Malaysia Putus Sekolah

Global
Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

Global
5 Orang Tewas saat Massa Anti-kudeta Ditabrak Pasukan Keamanan Myanmar dengan Mobil

5 Orang Tewas saat Massa Anti-kudeta Ditabrak Pasukan Keamanan Myanmar dengan Mobil

Global
Kanselir Jerman Angela Merkel Pensiun Usai 16 Tahun Berkuasa, Apa Rencana Selanjutnya?

Kanselir Jerman Angela Merkel Pensiun Usai 16 Tahun Berkuasa, Apa Rencana Selanjutnya?

Global
Anggota DPR AS Unggah Foto Natal Menenteng Senjata Api, Selang Beberapa Hari Setelah Penembakan di Sekolah

Anggota DPR AS Unggah Foto Natal Menenteng Senjata Api, Selang Beberapa Hari Setelah Penembakan di Sekolah

Global
10 Letusan Gunung Api Terbesar di Dunia, Ada 2 dari Indonesia

10 Letusan Gunung Api Terbesar di Dunia, Ada 2 dari Indonesia

Internasional
Pasukan Keamanan Myanmar Tabraki Pengunjuk Rasa dengan Mobil

Pasukan Keamanan Myanmar Tabraki Pengunjuk Rasa dengan Mobil

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.