Kompas.com - 19/10/2021, 10:23 WIB
Mantan Presiden AS Donald Trump. AFP/MANDEL NGAN Mantan Presiden AS Donald Trump.

NEW YORK, KOMPAS.com - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (18/10/2021) bersaksi dalam persidangan mengenai penyerangan yang dilakukan pengawalnya enam tahun lalu.

Gugatan diajukan oleh para aktivis yang mengatakan, mereka diserang oleh penjaga keamanan Trump enam tahun lalu, kata seorang pengacara penggugat.

"Kami dapat laporkan saat ini bahwa Donald John Trump duduk selama kurang lebih empat setengah jam di bawah sumpah dan menjawab pertanyaan mengenai peristiwa yang terjadi di luar Trump Tower pada 3 September 2015," kata pengacara Benjamin Dictor kepada AFP.

Baca juga: Donald Trump Sebut Jenderal Tertinggi AS Orang Gila dan Biden Percaya

Beberapa aktivis keturunan Meksiko mengajukan gugatan, yang menuduh bahwa pengawal Trump dengan kasar membubarkan protes yang mereka adakan di luar Trump Tower di New York.

Para pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang komentar menghina yang diucapkan Trump tentang Meksiko dan orang-orang Meksiko, pada awal pencalonannya yang akhirnya berhasil menjadi presiden.

"Mereka membawa narkoba. Mereka berbuat kejahatan. Mereka pemerkosa," kata Trump waktu itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para penggugat menuduh bahwa para pengawal Trump merobek papan tulisan mereka dan meninju serta mencekik salah satu demonstran.

Trump memberikan deposisi rekaman video di dalam Trump Tower setelah seorang hakim New York menolak upaya membatalkan panggilan pengadilan yang memerintahkannya untuk bersaksi.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Perempuan Terbunuh Setiap Tahun, Perempuan Turki Berunjuk Rasa

Ratusan Perempuan Terbunuh Setiap Tahun, Perempuan Turki Berunjuk Rasa

Global
Qatar Banggakan Stadion Bongkar-Pasang untuk Piala Dunia 2022, Apa Istimewanya?

Qatar Banggakan Stadion Bongkar-Pasang untuk Piala Dunia 2022, Apa Istimewanya?

Global
5 Anggota Parlemen AS Kunjungan Mendadak ke Taiwan, Apa Tujuannya?

5 Anggota Parlemen AS Kunjungan Mendadak ke Taiwan, Apa Tujuannya?

Global
Sempat Mundur Beberapa Hari Lalu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia Lagi

Sempat Mundur Beberapa Hari Lalu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia Lagi

Global
Foto Perempuan Bermata Sipit dengan Produk Dior Picu Polemik di China

Foto Perempuan Bermata Sipit dengan Produk Dior Picu Polemik di China

Global
Wanita Ini Tak Ingin Tinggalkan Suaminya yang Terlalu Ganteng Meski Sering Disiksa

Wanita Ini Tak Ingin Tinggalkan Suaminya yang Terlalu Ganteng Meski Sering Disiksa

Global
Menteri Utama Skotlandia: Varian Omicron Harus Disikapi dengan Serius

Menteri Utama Skotlandia: Varian Omicron Harus Disikapi dengan Serius

Global
Gejala-gejala Covid-19 Varian Omicron Menurut Dokter yang Menemukannya

Gejala-gejala Covid-19 Varian Omicron Menurut Dokter yang Menemukannya

Global
WHO: Risiko Covid-19 Varian Omicron Sangat Tinggi

WHO: Risiko Covid-19 Varian Omicron Sangat Tinggi

Global
13 Kasus Covid-19 Varian Omicron Muncul di Klub Sepak Bola Portugal

13 Kasus Covid-19 Varian Omicron Muncul di Klub Sepak Bola Portugal

Global
Meski Peng Shuai Sudah Muncul Lagi, WTA Masih Khawatir dengan Kondisinya

Meski Peng Shuai Sudah Muncul Lagi, WTA Masih Khawatir dengan Kondisinya

Global
Milisi Iran Bikin Video Game dengan George Floyd Jadi Pahlawannya

Milisi Iran Bikin Video Game dengan George Floyd Jadi Pahlawannya

Global
Dokter Muda Afghanistan Dibunuh Taliban karena Tak Berhenti di Pos Pemeriksaan

Dokter Muda Afghanistan Dibunuh Taliban karena Tak Berhenti di Pos Pemeriksaan

Global
Mahkamah Agung India Desak Pemerintah New Delhi Kendalikan Polusi Udara yang Parah

Mahkamah Agung India Desak Pemerintah New Delhi Kendalikan Polusi Udara yang Parah

Global
Suami Istri Kabur dari Tempat Karantina Covid-19, Polisi Militer Dikerahkan

Suami Istri Kabur dari Tempat Karantina Covid-19, Polisi Militer Dikerahkan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.