Kompas.com - 09/10/2021, 19:12 WIB
Foto yang diambil pada 7 Desember 2017 ini menunjukkan para buruh India memuat batu bara ke truk di sebuah tambang terbuka di Dhanbad, Negara Bagian Jharkhand, India timur. Ratusan juta orang di India terpaksa hidup dengan dampak dari energi paling kotor, batu bara, di mana pemerintah menyalahkan kurangnya dana untuk meningkatkan produksi listrik dari sumber yang lebih hijau. AFPFoto yang diambil pada 7 Desember 2017 ini menunjukkan para buruh India memuat batu bara ke truk di sebuah tambang terbuka di Dhanbad, Negara Bagian Jharkhand, India timur. Ratusan juta orang di India terpaksa hidup dengan dampak dari energi paling kotor, batu bara, di mana pemerintah menyalahkan kurangnya dana untuk meningkatkan produksi listrik dari sumber yang lebih hijau.

NEW DELHI, KOMPAS.com – Ketua Menteri New Delhi di India, Arvind Kejriwal, memperingatkan mengenai krisis energi listrik karena menipisnya pasokan batu bara.

Beberapa wilayah di India, terutama di bagian timur dan utara, telah mengalami pemadaman listrik sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (9/10/2021).

Kejriwal mendesak pemerintah federal India untuk mengalokasikan lebih banyak batu bara dan gas bagi pembangkit listrik yang memasok ibu kota.

Baca juga: Anak Menteri India Keseret Insiden Kematian Para Petani di Lakhimpur Kheri

Pasalnya, saat ini kebanyak pembangkit listrik memiliki stok batu bara yang akan habis dalam hitungan hari.

“Delhi bisa menghadapi krisis listrik. Saya secara pribadi mengawasi situasi dengan cermat,” kata Kejriwal di Twitter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, harga bahan bakar fosil di tataran global tengah melonjak drastis. Di sisi lain, harga batu bara dalam negeri tidak terlalu melonjak.

Kesenjangan harga yang melebar antara harga dalam negeri yang lebih rendah daripada harga global membuat impor batu bara tidak menarik.

Baca juga: Diterpa Krisis Energi, Inggris Mantap Enyahkan Energi Fosil Mulai 2035

Kondisi tersebut membuat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di India berebut untuk mengamankan pasokan batu bara dalam negeri meski stoknya mencapai tingkat yang sangat rendah.

India memiliki 135 PLTU batu bara dan berkontribusi sekitar 70 persen dari produksi listrik negara sebagaimana dilansir Reuters.

Pada Jumat (8/10/2021), Reuters melaporkan separuh dari total PLTU batu bara tersebut memiliki stok bahan bakar yang akan habis dalam kurun waktu kurang dari tiga hari.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.