Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ukraina Kehabisan Rudal untuk Lindungi Pembangkit Listrik Utama

Kompas.com - 16/04/2024, 20:52 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

KYIV, KOMPAS.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa (16/4/2024) mengatakan, negaranya kehabisan rudal pertahanan sehingga Rusia bisa menghancurkan pembangkit listrik utama yang menyalurkan energi ke Kyiv.

Selama 3,5 minggu, Rusia nyaris selalu menyerang jaringan listrik Ukraina, menyebabkan lebih dari satu juta orang terputus dari aliran listrik.

Pembangkit listrik tenaga panas Trypilska contohnya, salah satu pemasok listrik terbesar ke Kyiv, hancur oleh rudal Rusia pada 11 April 2024.

Baca juga: Badan Nuklir PBB: Sikap Sembrono Rusia-Ukraina di PLTN Zaporizhzhia Bahayakan Dunia

"Ada 11 rudal yang terbang. Kami menghancurkan tujuh rudal pertama. Empat menghancurkan Trypilska. Mengapa? Karena tidak ada rudal sama sekali," kata Zelensky dalam wawancara dengan saluran televisi Amerika Serikat, PBS.

“Kami kehabisan rudal untuk mempertahankan Trypilska,” lanjutnya, dikutip dari kantor berita AFP.

Ukraina semakin frustrasi karena terhambatnya bantuan dari para sekutu, termasuk pertahanan udara yang menurut mereka sangat dibutuhkan untuk menghalau serangan Rusia.

Peringatan Zelensky keluar saat badai yang terjadi semalaman semakin membebani sistem energi Ukraina yang rapuh, sehingga memutus aliran listrik ke ribuan orang.

Baca juga:

“Karena cuaca buruk, 173 permukiman di empat wilayah tidak mendapat pasokan listrik,” kata Kementerian Energi Ukraina hari ini.

Di wilayah tengah Dnipropetrovsk, daerah yang terparah terkena dampaknya, lebih dari 15.000 orang di 96 kota dan desa tak memiliki aliran listrik.

Salah satu penyedia energi utama yaitu DTEK mengatakan, para insinyurnya bekerja sepanjang malam dan pagi hari.

"Kami melakukan segala upaya untuk memulihkan listrik ke semua rumah pada akhir hari".

Operator jaringan listrik nasional Ukrenergo awal bulan ini memperingatkan, sistem energi Ukraina memerlukan perbaikan karena berulang kali diserang Rusia.

Baca juga: Ukraina Mengeluh, Barat Banyak Bantu Israel Saat Diserang Iran

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Global
Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Global
Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Global
Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Global
Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Global
China 'Hukum' Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

China "Hukum" Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

Global
UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

Global
Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Global
AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

Global
Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Global
3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com