Kompas.com - 02/10/2021, 21:30 WIB
WorkSafe menuduh Departemen Kesehatan menempatkan pekerja dalam program karantina hotel dalam bahaya. ABC NEWS/DANIEL FERMER via ABC INDONESIAWorkSafe menuduh Departemen Kesehatan menempatkan pekerja dalam program karantina hotel dalam bahaya.

CANBERRA, KOMPAS.com - WorkSafe, badan pengawas kesehatan dan keselamatan kerja di Australia, menuntut Departemen Kesehatan di negara bagian Victoria karena dianggap telah melakukan 58 pelanggaran Undang-Undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja sehubungan dengan program karantina hotel.

WorkSafe menuduh Departemen Kesehatan, sebelumnya Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (DHHS), telah gagal menyediakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawannya dan membahayakan orang yang bukan karyawan.

Tuduhan itu terkait dengan Operasi Soteria, program karantina hotel di Melbourne yang dilakukan dari Maret hingga Juli 2020 dan berlangsung, saat gelombang kedua pandemi Covid-19 yang mematikan.

Baca juga: Australia Akui Para Wisatawan yang Disuntik Vaksin Sinovac

Bukti terkait penjaga keamanan yang tidak terlatih, protokol pengendalian infeksi yang buruk, dan kurangnya pengawasan terungkap di media saat itu.

Program karantina hotel akhirnya ditutup berbulan-bulan selama gelombang kedua, dan kembali dibuka pada Desember tahun lalu di bawah sistem komando baru.

Dalam siaran persnya, WorkSafe merinci sejumlah hal yang dianggap gagal, termasuk departemen tersebut melanggar undang-undang kesehatan dan keselamatan, karena tidak menunjuk ahli pengendalian infeksi di hotel dan gagal memberikan pelatihan atau instruksi untuk penggunaan alat pelindung diri (APD).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam semua tuntutan, WorkSafe menduga pegawai Departemen Kesehatan, Pejabat Pemerintah Victoria yang ditugaskan, atau penjaga keamanan berisiko tertular atau kematian karena Covid-19 dari mereka yang pulang ke Australia dan terinfeksi, orang lain yang bekerja di hotel atau dari permukaan yang terkontaminasi," kata organisasi itu.

Hukuman maksimum bagi badan hukum untuk masing-masing tuntutan adalah A$1,64 juta (sekitar Rp16 miliar), yang berarti Departemen Kesehatan dapat dihukum membayar denda lebih dari 95 juta dollar Australia atau sekitar Rp982 miliar.

"Penyelidikan yang rumit ini membutuhkan waktu 15 bulan untuk diselesaikan, termasuk di dalamnya peninjauan puluhan ribu dokumen dan beberapa wawancara saksi," kata pernyataan WorkSafe.

Pemeriksaan independen yang diselesaikan tahun lalu menemukan penjaga keamanan yang direkrut untuk bekerja di hotel karantina seharusnya mendapat lebih banyak pelatihan dan pengawasan.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buku Pertama tentang Polandia dalam Bahasa Indonesia Resmi Diterbitkan

Buku Pertama tentang Polandia dalam Bahasa Indonesia Resmi Diterbitkan

Global
Polisi China Berhasil Tangkap Pelarian Korea Utara yang Kabur dari Penjara

Polisi China Berhasil Tangkap Pelarian Korea Utara yang Kabur dari Penjara

Global
Anggota Parlemen Selandia Baru Bersepeda ke RS untuk Melahirkan

Anggota Parlemen Selandia Baru Bersepeda ke RS untuk Melahirkan

Global
Gempa Kuat M 7,5 di Peru, Hampir Separuh Negara Berguncang

Gempa Kuat M 7,5 di Peru, Hampir Separuh Negara Berguncang

Global
Waspada, Covid-19 Varian Omicron Sudah Masuk Australia

Waspada, Covid-19 Varian Omicron Sudah Masuk Australia

Global
PM Kepulauan Solomon Tolak Tekanan untuk Mengundurkan Diri Setelah Kerusuhan

PM Kepulauan Solomon Tolak Tekanan untuk Mengundurkan Diri Setelah Kerusuhan

Global
Dokter Penemu Covid-19 Varian Omicron Sebut Gejalanya Tidak Biasa tapi Ringan

Dokter Penemu Covid-19 Varian Omicron Sebut Gejalanya Tidak Biasa tapi Ringan

Global
Pemimpin Pemerintahan Taliban Muncul dan Berjanji Tidak Ikut Campur Urusan Negara Lain

Pemimpin Pemerintahan Taliban Muncul dan Berjanji Tidak Ikut Campur Urusan Negara Lain

Global
Mengenang Panggung Terakhir John Lennon, Berduet dengan Elton John

Mengenang Panggung Terakhir John Lennon, Berduet dengan Elton John

Global
Mengenal Barbados, Persemakmuran Inggris yang Pisah jadi Republik

Mengenal Barbados, Persemakmuran Inggris yang Pisah jadi Republik

Global
Video Penumpang Gelap Ditemukan Hidup di Ruang Roda Pendaratan, Buat Netizen Terkejut

Video Penumpang Gelap Ditemukan Hidup di Ruang Roda Pendaratan, Buat Netizen Terkejut

Global
Khawatir Omicron, Belanda Mulai Berlakukan Pembatasan Lebih Ketat

Khawatir Omicron, Belanda Mulai Berlakukan Pembatasan Lebih Ketat

Global
Joystick Raksasa 9 Kaki Masuk Rekor Dunia, Bagaimana Cara Memainkannya?

Joystick Raksasa 9 Kaki Masuk Rekor Dunia, Bagaimana Cara Memainkannya?

Global
Cegah Bahaya Tertabrak, UU Baru Dewan Australia Barat Larang Kucing ke Luar Rumah

Cegah Bahaya Tertabrak, UU Baru Dewan Australia Barat Larang Kucing ke Luar Rumah

Global
Boeing 737 Tabrak Kawanan Burung Saat Akan Mendarat, Bangkai dan Darah Berceceran di Bodi Pesawat

Boeing 737 Tabrak Kawanan Burung Saat Akan Mendarat, Bangkai dan Darah Berceceran di Bodi Pesawat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.