Pengobatan untuk Ebola Ditemukan, Penemu Nyatakan Kemenangan Terhadap Virus

Kompas.com - 19/09/2021, 09:03 WIB
Dokter Jean-Jacques Muyembe Tamfun disuntik dengan vaksin Ebola pada 22 November 2019 di Goma. AFP PHOTO/PAMELA TULIZODokter Jean-Jacques Muyembe Tamfun disuntik dengan vaksin Ebola pada 22 November 2019 di Goma.

KINSHASA, KOMPAS.com - Profesor Kongo, Jean-Jacques Muyembe, yang pertama kali menemukan virus Ebola lebih dari 40 tahun yang lalu, menyatakan telah mengalahkan virus itu.

"Vaksin dan perawatan medis telah mengendalikan penyakit mematikan dan menakutkan itu," ujar Muyembe melansir AFP pada Jumar (17/9/2021).

Baca juga: Afrika Barat Hadapi Ancaman 3 Wabah Virus Sekaligus: Covid-19, Ebola, dan Marburg

Ahli virologi berusia 79 tahun itu berbicara pada sebuah upacara di ibu kota Republik Demokratik Kongo, Kinshasa, menandai masuknya obat "Ebanga" di pasaran, yang disetujui Desember lalu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

Bersama dengan perawatan klinis yang lebih efektif, ketersediaan vaksin berarti demam berdarah yang sangat menular yang pernah terbukti hampir selalu berakibat fatal, sekarang dapat ditanggulangi.

"Selama 40 tahun saya telah menjadi saksi dan pemain dalam perang melawan penyakit yang mengerikan dan mematikan ini dan saya dapat mengatakan hari ini: itu dikalahkan, dapat dicegah dan disembuhkan," kata Muyembe.

"Saya orang Kongo yang paling bahagia."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ebanga, antibodi monoklonal manusia yang mencegah virus memasuki sel dan mengurangi risiko kematian, adalah "molekul Kongo", menurut ahli biologi AS Nancy Sullivan, yang telah melakukan penelitian di Amerika dengan Muyembe.

Baca juga: Kasus Penyakit Ebola Muncul Lagi di Pantai Gading Setelah 1994

Sampel dengan tangan kosong

Muyembe pertama kali menemukan virus pada 1976, sebagai ahli epidemiologi lapangan ketika ia dipanggil ke desa Yambuku di DRC utara, yang kemudian disebut Zaire.

Saat itu, penyakit misterius baru saja muncul. Dia mengambil sampel dari seorang biarawati yang sakit, mengirimkannya ke Belgia, di mana ahli mikrobiologi Peter Piot mengisolasi virus untuk pertama kalinya, dan awalnya secara luas disalah artikan sebagai orang yang "menemukan" penyakit itu.

Virus itu dinamai Ebola sesuai nama sebuah sungai di dekat Yambuku.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diplomat Veteran Utusan AS untuk Negosiasi Damai dengan Taliban Mengundurkan Diri

Diplomat Veteran Utusan AS untuk Negosiasi Damai dengan Taliban Mengundurkan Diri

Global
China Bantah telah Uji Coba Rudal Hipersonik Seperti Ramai Diberitakan

China Bantah telah Uji Coba Rudal Hipersonik Seperti Ramai Diberitakan

Global
China Klaim Obyek yang Diuji Coba adalah Pesawat Luar Angkasa, Bukan Rudal Hipersonik

China Klaim Obyek yang Diuji Coba adalah Pesawat Luar Angkasa, Bukan Rudal Hipersonik

Global
POPULER GLOBAL: Media Asing Sorot Indonesia Juara Piala Thomas 2020 | Rudal Hipersonik China Mampu Putari Dunia

POPULER GLOBAL: Media Asing Sorot Indonesia Juara Piala Thomas 2020 | Rudal Hipersonik China Mampu Putari Dunia

Global
Beruang Sirkus Serang Wanita Hamil di Tengah Pertunjukkan yang Ditonton Anak-anak

Beruang Sirkus Serang Wanita Hamil di Tengah Pertunjukkan yang Ditonton Anak-anak

Global
Collin Powell, Menteri Luar Negeri Kulit Hitam Pertama AS Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Collin Powell, Menteri Luar Negeri Kulit Hitam Pertama AS Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Global
Penembakan di Suriah Tandai Babak Baru Perang Israel

Penembakan di Suriah Tandai Babak Baru Perang Israel

Global
Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Global
Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Global
Apple Hapus Aplikasi Al Quran Populer di China Setelah Diduga Berisi Teks Agama Ilegal

Apple Hapus Aplikasi Al Quran Populer di China Setelah Diduga Berisi Teks Agama Ilegal

Global
Min Aung Hlaing Salahkan Oposisi Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Min Aung Hlaing Salahkan Oposisi Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Global
Australia Keluarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Internasional

Australia Keluarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Internasional

Global
Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 Indonesia, AS dan UNICEF Tanda Tangani Kesepakatan Baru

Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 Indonesia, AS dan UNICEF Tanda Tangani Kesepakatan Baru

Global
Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari jika Perang Lawan Hezbollah

Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari jika Perang Lawan Hezbollah

Global
Cari Petugas Kebersihan untuk Istana, Ratu Elizabeth Tawarkan Gaji Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Cari Petugas Kebersihan untuk Istana, Ratu Elizabeth Tawarkan Gaji Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.