Kompas.com - 16/09/2021, 20:06 WIB
Ilustrasi kecelakaan pesawat ShutterstockIlustrasi kecelakaan pesawat

KOMPAS.com - Disebut yang paling aman, tapi justru jadi yang amat mengancam. Dunia penerbangan memang selalu punya paradoks semacam itu.

Kengerian jatuh dan kecelakaan pesawat, terus membayangi. Ini membuat transportasi pesawat seakan tak seratus persen aman.

Berikut sejumlah kecelakaan udara besar yang melibatkan penerbangan komersial. Dilansir Cleartrip, kecelakaan ini disebabkan kegagalan mekanis, kesalahan manusia, atau kondisi iklim.

Baca juga: [HOAKS] Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air pada 10 September 2021, 179 Orang Tewas

Japan Airlines Flight 123 (1985)

Kecelakaan Japan Airlines Flight 123 ditetapkan sebagai kecelakaan udara terburuk. Saat itu, penumpang yang jadi korban sebanyak 520 orang.

Hanya 12 menit pasca pesawat lepas landas, pesawat mengalami dekompresi eksplosif. Ini membuat hilangnya kemudi dan sistem hidrolik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendali pilot tak berfungsi. Para kru memang berhasil menjaga pesawat udara bertahan selama setengah jam, tetapi akhirnya jatuh ke atas bukit.

Baca juga: Kecelakaan Pesawat Rimbun Air PK-OTW, Ditemukan Hancur di Bukit, Semua Kru Meninggal

Turkish Airlines Flight 981 (1974)

Pesawat ini jatuh di luar Paris karena cacat desain ditambah kegagalan penanganan bagasi

Akibatnya, bagian kargo belakang pesawat meledak dan terbuka di tengah penerbangan.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.