China Kembali Laporkan Infeksi Covid-19, Lockdown Satu Kota dengan 2,9 Juta Penduduk

Kompas.com - 13/09/2021, 07:32 WIB
Pekerja medis mengirim rekan mereka pergi untuk membantu dengan wabah COVID-19 di Putian dari sebuah rumah sakit provinsi di Fuzhou di provinsi Fujian China tenggara Minggu, 12 September 2021. CHINATOPIX via APPekerja medis mengirim rekan mereka pergi untuk membantu dengan wabah COVID-19 di Putian dari sebuah rumah sakit provinsi di Fuzhou di provinsi Fujian China tenggara Minggu, 12 September 2021.

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah kota di China selatan yang berusaha menahan wabah virus corona mengumumkan kepada publik pada Minggu (12/9/2021) untuk tidak meninggalkan kota Putian.

Semua layanan bus dan kereta api juga ditangguhkan, sementara bioskop, bar, dan fasilitas lainnya ditutup.

Baca juga: Sebut Covid-19 Penularannya Kecil, Mantan Menkes Perancis Ini Diadili

Saat ini siapa pun yang perlu meninggalkan Putian, kota berpenduduk 2,9 juta orang di provinsi Fujian selatan Shanghai, untuk perjalanan penting harus memiliki bukti tes virus corona negatif dalam 48 jam terakhir, pemerintah kota mengumumkan.

China menyatakan virus corona terkendali pada awal 2020, tetapi telah menderita wabah varian delta yang lebih menular.

Pihak berwenang mengatakan sebagian besar kasus dilacak pada pelancong yang datang dari Rusia, Myanmar, dan negara lain.

Di Putian, 19 infeksi baru yang diyakini didapat secara lokal dilaporkan dalam 24 jam hingga Sabtu (11/9/2021) tengah malam, menurut Komisi Kesehatan Nasional. Satu infeksi dilaporkan di Quanzhou, juga di provinsi Fujian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasus pertama di Putian adalah siswa dari daerah Xianyou. Tetapi para ahli menduga wabah itu mungkin berasal dari ayah dari seorang siswa yang kembali dari Singapura pada 4 Agustus, menurut surat kabar resmi Global Times.

Pelancong, yang diidentifikasi dengan nama keluarga Lin, menjalani karantina 14 hari dan memberikan sembilan tes asam nukleat dan serologi, yang semuanya negatif, kata Global Times, mengutip otoritas setempat.

Tapi, dikatakan dia dites positif pada Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Denmark Rayakan Hari Kebebasan, Cabut Semua Pembatasan Covid-19

AP melaporkan pada Minggu (12/9/2021) penduduk desa di Xianyou tempat infeksi ditemukan masih dilarang bepergian. Layanan bus dan kereta api ke Putian dihentikan sejak Sabtu (11/9/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

POPULER GLOBAL: China Kaget Indonesia Juara Piala Thomas | Penemuan Pedang Perang Salib Berusia 900 Tahun

POPULER GLOBAL: China Kaget Indonesia Juara Piala Thomas | Penemuan Pedang Perang Salib Berusia 900 Tahun

Global
Kemlu: 206 WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri

Kemlu: 206 WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri

Global
Sanksi WADA Merembet, Bendera Merah Putih Tak Boleh Berkibar di MotoGP, WorldSBK, hingga F1

Sanksi WADA Merembet, Bendera Merah Putih Tak Boleh Berkibar di MotoGP, WorldSBK, hingga F1

Global
Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Global
Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Global
Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Global
Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Global
Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Global
Bom Perang Dunia I Meledak di Pesta Setelah Pernikahannya, Pengantin Ini Kehilangan Saudaranya

Bom Perang Dunia I Meledak di Pesta Setelah Pernikahannya, Pengantin Ini Kehilangan Saudaranya

Global
Media Hong Kong: China Tercengang Indonesia Juara Piala Thomas

Media Hong Kong: China Tercengang Indonesia Juara Piala Thomas

Global
Telepon Darurat Lapor Ada Kebocoran Gas, Dicari Satu Jam Ternyata ...

Telepon Darurat Lapor Ada Kebocoran Gas, Dicari Satu Jam Ternyata ...

Global
Israel Setujui 4.000 Warga Palestina Jadi Penduduk di Tepi Barat, Kali Pertama Sejak 2009

Israel Setujui 4.000 Warga Palestina Jadi Penduduk di Tepi Barat, Kali Pertama Sejak 2009

Global
Presiden Ceko Dinyatakan Tidak Dapat Melakukan Tugas karena Alasan Kesehatan

Presiden Ceko Dinyatakan Tidak Dapat Melakukan Tugas karena Alasan Kesehatan

Global
China Rancang Undang-Undang Baru, Akan Hukum Orang Tua atas Perilaku Buruk Anaknya

China Rancang Undang-Undang Baru, Akan Hukum Orang Tua atas Perilaku Buruk Anaknya

Global
Nur Sajat Jual Semua Bisnisnya di Malaysia dan Pindah ke Australia

Nur Sajat Jual Semua Bisnisnya di Malaysia dan Pindah ke Australia

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.