Katib Aam PBNU Jadi Pembicara Peringatan Serangan 9/11, Serukan Penguatan Tatanan Dunia

Kompas.com - 11/09/2021, 10:47 WIB
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat berdiskusi dengan mantan Menlu AS Michael Pompeo, Oktober tahun lalu. -Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat berdiskusi dengan mantan Menlu AS Michael Pompeo, Oktober tahun lalu.

 

VIRGINIA, KOMPAS.com – Katib  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH  Staquf kembali dipercaya untuk berbicara pada pertemuan tingkat internasional yang membahas tentang pentingnya perdamaian global.

Kiai Yahya diundang secara khusus oleh Regent University, Virginia, Amerika Serikat untuk menjadi narasumber peringatan 20 tahun atas Serangan Gedung World Trade Center (WTC) New York, 11 September 2001 pada Kamis (9/9/2021).

Baca juga: 11 September dalam Sejarah: Tragedi 9/11 Guncang AS pada 2001

Pembicara lain pada acara yang disiarkan secara internasional ini antara lain mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Pat Robertson, pendiri Regent University, tokoh-tokoh dari kalangan diplomatik, ahli dan pemegang wewenang militer, keamanan dan hukum, serta intelektual AS.

Dalam paparannya, Gus Yahya, sapaan akrabnya, menekankan bahwa pasca serangan WTC tatanan dunia membutuhkan pengelolaan yang semakin tangguh.

Hal itu dapat dilakukan antara lain dengan menjaga keutuhan negara-bangsa, yang ditopang lewat tradisi keagamaan dan budaya lokal yang kokoh, dari serangan ideologi-ideologi transnasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ideologi itu bisa didasarkan pada identitas agama, etnik atau ras, maupun gagasan-gagasan sekuler.

“Ini krusial sekali karena senyawa antara negara-bangsa, tradisi keagamaan dan budaya lokal adalah satu-satunya struktur dasar yang tersedia dalam tata dunia saat ini untuk mengelola proses negosiasi global menuju peradaban yang harmonis,” kata Gus Yahya yang memberikan paparannya melalui rekaman video.

Baca juga: Serangan 11 September, Cerita Imam Indonesia di New York Dipeluk Tetangga Katolik dan Dikirim Bunga oleh Pendeta

Melalui kecermatan adaptasi terhadap globalisasi tersebut, maka tatanan dunia diyakini akan semakin membaik.

Namun sebaliknya, jika negosiasi ini gagal, maka ketegangan-ketegangan baru bisa saja tak terhindarkan.

"Negara-bangsa adalah pondasi tata dunia pasca Perang Dunia Kedua yang menopang stabilitas dan keamanan global saat ini,” tandasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Rilis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.