Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Afghanistan Tanpa Jaminan "Zona Aman"

Kompas.com - 31/08/2021, 19:40 WIB
Taliban berjaga di pos pemeriksaan dekat gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 28 Agustus 2021. AP PHOTO/WALI SABAWOONTaliban berjaga di pos pemeriksaan dekat gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 28 Agustus 2021.

KABUL, KOMPAS.com - PBB tidak dapat memberikan jaminan "zona aman" di Afghanistan, meski ada resolusi untuk membiarkan orang bebas meninggalkan negara itu.

Resolusi Dewan Keamanan PBB dirancang oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, yang disahkan pada Senin (30/8/2021), dengan 13 suara mendukung, tidak ada keberatan. Sedangkan, China dan Rusia abstain, seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Senin (30/8/2021).

Resolusi Dewan Keamanan PBB itu mengatakan bahwa dewan mengharapkan Taliban untuk mengizinkan "keberangkatan yang aman, terjamin, dan tertib dari Afghanistan untuk warga Afghanistan dan semua warga negara asing".

Baca juga: Jenderal AS Ini Jadi Tentara Terakhir yang Meninggalkan Afghanistan

“Dewan Keamanan mengharapkan Taliban untuk memenuhi komitmennya memfasilitasi perjalanan yang aman bagi warga Afghanistan dan warga negara asing yang ingin meninggalkan Afghanistan hari ini serta untuk kedepan,” kata Linda Thomas-Greenfield, duta besar AS untuk PBB.

Dewan Keamanan PBB "berharap bahwa Taliban akan mematuhi ini dan semua komitmen lainnya," kata resolusi itu.

Sementara, Presiden Perancis Emmanuel Macron sebelumnya telah meningkatkan harapan akan proposal yang lebih konkret terkait "zona aman", dalam komentar yang diterbitkan di mingguan Journal du Dimanche selama akhir pekan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Macron mengatakan Paris dan London akan mempresentasikan rancangan resolusi yang "bertujuan untuk mendefinisikan, di bawah kendali PBB, sebuah 'zona aman' di Kabul, yang akan memungkinkan operasi kemanusiaan berlanjut," kata Macron.

“Saya sangat berharap ini akan berhasil. Saya tidak melihat siapa yang bisa menentang membuat proyek-proyek aman kemanusiaan,” katanya.

Baca juga: Kisah Perang Afghanistan: Kronologi Invasi AS hingga Penarikan Pasukan

Namun, resolusi PBB di atas meja itu jauh lebih ambisius. Tidak jelas apakah resolusi lain yang mengusulkan "zona aman" akan diedarkan nantinya.

Para pakar melihat teks Dewan Keamanan PBB itu dipermudah untuk memastikan China dan Rusia tidak akan menggunakan hak veto mereka untuk memblokirnya, termasuk melunakkan beberapa bahasa yang terkait dengan Taliban.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.