Kompas.com - 27/08/2021, 06:48 WIB
Warga Afghanistan yang terluka dirawat di rumah sakit setelah menjadi korban ledakan bom bunuh diri di luar bandara Kabul, ibu kota Afghanistan, Kamis (26/8/2021). AP PHOTO/MOHAMMAD ASIF KHANWarga Afghanistan yang terluka dirawat di rumah sakit setelah menjadi korban ledakan bom bunuh diri di luar bandara Kabul, ibu kota Afghanistan, Kamis (26/8/2021).

KABUL, KOMPAS.com - Ledakan bom Kabul Afghanistan terbaru diklaim oleh afiliasi ISIS di Khorasan yang ada di Irak dan Suriah atau ISIS-K.

Bom Kabul Afghanistan itu menewaskan 12 tentara Amerika Serikat (AS) dan 60 warga sipil pada Kamis (26/8/2021).

Klaim ISIS-K sebagai dalang peledakan bom di Kabul disampaikan oleh badan pemantau SITE.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Meledak di Luar Bandara Kabul Afghanistan, 11 Tewas

"(Pembom) hari ini mampu menembus semua benteng keamanan (dan berada dalam jarak) lima meter (16 kaki) dari pasukan AS sebelum meledakkan sabuk bahan peledaknya, kata lengan propaganda kelompok ISIS-K, Amaq, menurut terjemahan oleh SITE, dikutip dari AFP.

Pernyataan tentang bom Kabul Afghanistan itu tampaknya hanya menyebutkan satu pembom dan satu ledakan. Setidaknya dua bom diyakini telah meledak selama serangan pada Kamis di bandara.

Amerika Serikat dan kekuatan Barat lainnya yang mengambil bagian dalam evakuasi selama beberapa hari telah memperingatkan ancaman oleh cabang regional ISIS di Afghanistan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Puluhan ribu warga Afghanistan menunggu di luar bandara Kabul sejak Taliban menguasai negara itu pada 15 Agustus.

Warga berupaya melarikan diri di tengah kekhawatiran akan pembalasan dan kembalinya hukum keras.

Baca juga: UPDATE Bom Bunuh Diri Kabul Afghanistan: 12 Tentara AS Meninggal, 60 Warga Sipil Tewas

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Global
Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Global
Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Internasional
Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Global
Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Global
Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Global
75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

Global
KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

Global
Resmi, Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun oleh Junta Myanmar

Resmi, Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun oleh Junta Myanmar

Global
Cukup 2 Menit, WNI di Luar Negeri Bisa Dapatkan E-KTP

Cukup 2 Menit, WNI di Luar Negeri Bisa Dapatkan E-KTP

Global
AS Dikabarkan Segera Umumkan Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing 2022

AS Dikabarkan Segera Umumkan Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing 2022

Global
Gunung Api yang Menewaskan 25.000 Orang dan Menghancurkan Satu Kota di Kolombia Aktif Lagi

Gunung Api yang Menewaskan 25.000 Orang dan Menghancurkan Satu Kota di Kolombia Aktif Lagi

Global
Varian Omicron: 5 Hal yang Sudah dan Belum Diketahui

Varian Omicron: 5 Hal yang Sudah dan Belum Diketahui

Global
Pemanasan Global Sebabkan Semakin Banyak Badai di Atlantik Utara

Pemanasan Global Sebabkan Semakin Banyak Badai di Atlantik Utara

Global
Di Ambang Invasi Rusia ke Ukraina, Begini Situasi Terbaru di Medan Konflik

Di Ambang Invasi Rusia ke Ukraina, Begini Situasi Terbaru di Medan Konflik

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.