Taiwan Tidak Akan Runtuh Seperti Afghanistan jika Diserang, Klaim PM Su Tseng

Kompas.com - 17/08/2021, 19:19 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berfoto bersama para pejabat pemerintahan di depan dok amfibi Yushan di Kaohsiung, Taiwan (13/4/2021). REUTERS/ANN WANG via DW INDONESIAPresiden Taiwan Tsai Ing-wen berfoto bersama para pejabat pemerintahan di depan dok amfibi Yushan di Kaohsiung, Taiwan (13/4/2021).

TAIPEI, KOMPAS.com - Taiwan tidak akan runtuh seperti Afghanistan jika terjadi serangan, Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan pada Selasa (17/8/2021).

Pernyataan itu sekaligus menjadi peringatan tidak langsung kepada tetangga kuat China, untuk tidak "tertipu" dengan berpikir dapat mengambil pulau itu.

Baca juga: Kenapa Amerika Meninggalkan Afghanistan sehingga Taliban Merajalela? Begini Ceritanya...

China mengklaim Taiwan, yang diperintah secara demokratis, sebagai wilayahnya sendiri.

Dalam beberapa minggu terakhir Beijing telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik, untuk memaksa Taipei menerima kedaulatan China. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di Washington dan pemerintah Barat lainnya.

Kekalahan pemerintah Afghanistan setelah penarikan pasukan AS dan pelarian presiden telah memicu diskusi di Taiwan.

Banyak yang menyinggung soal apa yang akan terjadi jika terjadi invasi China, dan apakah Amerika Serikat (AS) akan membantu mempertahankan Taiwan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditanya apakah presiden atau perdana menteri akan melarikan diri jika "musuh berada di gerbang" seperti di Afghanistan, Su mengatakan tidak ada yang takut ditangkap atau mati bahkan saat Taiwan berada di bawah kediktatoran darurat militer.

"Saat ini, ada negara kuat yang ingin menelan Taiwan dengan kekerasan, dan kami juga tidak takut dibunuh atau dipenjara," katanya melansir Reuters.

"Kita harus menjaga negara ini dan tanah ini, dan tidak seperti orang-orang tertentu yang selalu membicarakan gengsi musuh dan merendahkan tekad kita."

Baca juga: Netizen China Klaim Kalahkan AS di Olimpiade, Akui Medali Taiwan dan Hong Kong sebagai Miliknya

Su menambahkan, apa yang terjadi di Afghanistan menunjukkan bahwa jika suatu negara berada dalam kekacauan internal, tidak ada bantuan dari luar yang akan membuat perbedaan.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.