Presiden Afghanistan Salahkan Negara Barat Penyebab Taliban Merajalela

Kompas.com - 03/08/2021, 11:31 WIB
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Presiden AS Joe Biden dalam pertemuan di Gedung Putih pada Jumat (25/6/2021). POOL/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/GETTY IMAGES VIA AFPPresiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Presiden AS Joe Biden dalam pertemuan di Gedung Putih pada Jumat (25/6/2021).

KABUL, KOMPAS.com - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyalahkan negara Barat sebagai penyebab kelompok Taliban terus merajalela.

Sejak AS dan sekutunya di Inggris dan NATO memulai penarikan pasukan, pemberontak melancarkan serangan dan memunculkan kekerasan di seluruh negara.

Milisi itu kini mengincar ibu kota provinsi, dan saat ini mengepung Lashkar Gah, ibu kota Provinsi Kandahar, dekat Camp Bastion yang digunakan sekutu.

Baca juga: Taliban Serang Bandara Kandahar di Afghanistan dengan Roket

Berbicara kepada parlemen, Presiden Ghani menyatakan situasi yang mereka alami dikarenakan penarikan pasukan koalisi internasional yang dinilai terlalu cepat.

Ghani mengungkapkan, dia sudah berbicara dengan Presiden AS Joe Biden bagaimana dia menghormati keputusan penarikan itu.

"Tetapi, saya paham jika keputusan ini akan memberikan konsekuensi dan krisis manajemen bagi rakyat Afghanistan," kata Ghani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Proses (penarikan) ini menciptakan keraguan dan ambiguitas. Hasilnya adalah situasi yang kita alami," lanjutnya.

Presiden sejak 2014 itu mengatakan, fokusnya adalah mengupayakan perdamaian. Tetapi dia menuduh Taliban hanya berusaha memperkeruh situasi.

Ghani pun menegaskan, pilihan yang mereka ambil adalah melalui jalur diplomasi atau menghancurkan pemberontak di medan perang.

Dilansir Sky News Senin (3/8/2021), sebelum penarikan, AS menempatkan 2.500 tentaranya di Afghanistan, ditambah 7.000 personel NATO.

Negara Barat menuding Taliban melakukan kejahatan perang dengan mengeksekusi penduduk sipil, yang mendapat bantahan dari pemberontak.

Situasi Afghanistan yang panas juga memaksa negara sekitarnya seperti Uzbekistan, Tajikistan, dan Rusia menggelar latihan perang.

Baca juga: Tentara Afghanistan Pukul Mundur Milisi Taliban di 3 Kota Besar


Sumber Sky News
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.