Kompas.com - 17/06/2021, 14:50 WIB
Kebakaran di desa Kin Ma di wilayah Magway tengah pada Selasa (15/6/2021). [SS/YOUTUBE/WION] SS/YOUTUBE/WIONKebakaran di desa Kin Ma di wilayah Magway tengah pada Selasa (15/6/2021). [SS/YOUTUBE/WION]

MAGWAY, KOMPAS.com - Sebuah desa di Myanmar bagian tengah menjadi tumpukan abu setelah 200-an rumah terbakar habis pada Selasa (15/6/2021) oleh junta militer, menurut pernyataan warga desa.

Pasukan junta militer Myanmar datang ke Desa Kin Ma di wilayah Magway tengah pada Selasa (15/6/2021) untuk memburu anggota pasukan pertahanan sipil, kata seorang warga pria berusia 48 tahun yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca juga: Milisi Myanmar Menahan Serangan terhadap Militer Setelah Warga Serukan Perdamaian

"Ketika orang-orang berlarian, mereka (militer) menembak desa dengan peluncur roket. Kemudian kami melihat api membakar desa," ujar pria 48 tahun itu kepada AFP.

Melansir AFP pada Rabu (16/6/2021), seorang penduduk desa lainnya mengatakan bahwa Desa Kin Ma mulanya terdiri dari 250 rumah. Kini, tersisa 20 rumah setelah peristiwa kebakaran terjadi.

Baca juga: Menlu China: Beijing Dukung Myanmar Pilih Jalannya Sendiri

Hampir seluruh warga desa saat itu dapat melarikan diri dari peristiwa kebakaran, tetapi warga desa lainnya itu mengatakan bahwa sepasang lansia yang tidak dapat melarikan diri tewas dalam kebakaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Rumah saya juga hangus menjadi abu...tinggal tiang timahnya yang tersisa," ujarnya.

Sejumlah gambar yang disiarkan oleh media lokal menunjukkan gumpalan asap membumbung ke langit dan sisa-sisa bangunan hangus terbakar.

Baca juga: Menlu China: Beijing Dukung Myanmar Pilih Jalannya Sendiri

Menurut pihak berwenang junta, kebakaran dimulai setelah "40 teroris bersenjata" membakar rumah seorang warga dari partai pro-militer.

"Akibat angin, api menyebar ke rumah-rumah di sekitarnya dan sekitar 70 persen desa terbakar," kata tim media junta militer dalam sebuah pernyataan.

Militer Myanmar sejauh ini telah berusaha membungkam protes anti-kudeta massal dengan tindakan keras mematikan yang membunuh 850 warga sipil tewas, sejak 1 Februari 2021, menurut kelompok pemantau lokal.

Baca juga: Pesawat Militer Myanmar Jatuh, Jumlah Korban Simpang Siur

Kekerasan militer Myanmar yang mendorong warga sipil di beberapa kota membentuk "pasukan pertahanan". Beberapa tentara pemberontak etnis, lalu Myanmar telah meningkatkan serangan terhadap militer.

Pemimpin Junta Min Aung Hlaing telah membenarkan perebutan kekuasaannya dengan alasan adanya kecurangan pemilu dalam pemilihan pada November lalu, yang dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi.

Baca juga: Junta Myanmar Minta Dokter Internasional Hentikan Aktivitasnya

 


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganda Putri China yang Dikalahkan Greysia-Apriyani Sempat Meyumpahi Pemain Korea Selatan

Ganda Putri China yang Dikalahkan Greysia-Apriyani Sempat Meyumpahi Pemain Korea Selatan

Global
Ulang Tahun ke-60, Inilah Kisah Barack Obama, 'Si Anak Menteng' yang Jadi Presiden AS ke-44

Ulang Tahun ke-60, Inilah Kisah Barack Obama, "Si Anak Menteng" yang Jadi Presiden AS ke-44

Global
Kelompok Bersenjata Serang Rumah Menhan Afghanistan, 4 Orang Tewas

Kelompok Bersenjata Serang Rumah Menhan Afghanistan, 4 Orang Tewas

Global
4 Agustus dalam Sejarah: Inggris Deklarasikan Perang Lawan Jerman pada 1914

4 Agustus dalam Sejarah: Inggris Deklarasikan Perang Lawan Jerman pada 1914

Global
Tentara Afghanistan dan Taliban Bertempur Sengit, Warga Lashkar Gah Terjebak

Tentara Afghanistan dan Taliban Bertempur Sengit, Warga Lashkar Gah Terjebak

Global
Gertak Rusia dan China, AS Gelar Latihan Militer Terbesar dalam 40 Tahun

Gertak Rusia dan China, AS Gelar Latihan Militer Terbesar dalam 40 Tahun

Global
UMNO Tarik Dukungan, PM Malaysia Kehilangan Suara Mayoritas

UMNO Tarik Dukungan, PM Malaysia Kehilangan Suara Mayoritas

Global
Skotlandia akan Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19 Mulai 9 Agustus

Skotlandia akan Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19 Mulai 9 Agustus

Global
Kematian Akibat Narkoba di Inggris dan Wales Mencapai Rekor Tertinggi

Kematian Akibat Narkoba di Inggris dan Wales Mencapai Rekor Tertinggi

Global
Kena Serangan Jantung, Gadis Ini Meninggal saat Berhubungan Seks di Mobil

Kena Serangan Jantung, Gadis Ini Meninggal saat Berhubungan Seks di Mobil

Global
Setahun Ledakan Beirut, Banyak Anak-anak Masih Trauma

Setahun Ledakan Beirut, Banyak Anak-anak Masih Trauma

Global
Muncul Noda Hitam di Belakang Kepala Kim Jong Un, Kadang Tertutup Plester

Muncul Noda Hitam di Belakang Kepala Kim Jong Un, Kadang Tertutup Plester

Global
Kisah Persahabatan di Olimpiade Tokyo, Atlet Inggris Rajutkan Kardigan untuk Peloncat Indah Malaysia

Kisah Persahabatan di Olimpiade Tokyo, Atlet Inggris Rajutkan Kardigan untuk Peloncat Indah Malaysia

Global
Kapal Tanker Dubai Dibajak di Teluk Oman, Iran Dicurigai Pelakunya

Kapal Tanker Dubai Dibajak di Teluk Oman, Iran Dicurigai Pelakunya

Global
Foto Viral Pevoli Brasil Pakai Masker Saat Laga, Ada Alasan Menyentuh di Baliknya

Foto Viral Pevoli Brasil Pakai Masker Saat Laga, Ada Alasan Menyentuh di Baliknya

Global
komentar
Close Ads X