Kompas.com - 17/06/2021, 12:55 WIB
Zakia Abdullah, warga Distrik Tariq Al-Bab, Aleppo, duduk termenung di lokasi reruntuhan gedung yang hancur akibat perang, 23 Februari 2013. Pablo Tosco/AFPZakia Abdullah, warga Distrik Tariq Al-Bab, Aleppo, duduk termenung di lokasi reruntuhan gedung yang hancur akibat perang, 23 Februari 2013.

JENEWA, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak mendapat komitmen dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memperbarui operasi bantuan lintas batas PBB ke Suriah.

Pernyataan tersebut disampaikan pejabat senior AS pada Rabu (16/6/202) setelah kedua pemimpin tersebut bertemu.

Biden dan Putin akhirnya bertemu di sebuah vila pinggir danau di Jenewa, Swiss, pada Rabu sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Israel Gempur Suriah, 11 Orang Tewas

AS dan beberapa anggota Dewan Keamanan PBB lain mendorong untuk memperluas operasi bantuan lintas batas ke Suriah.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Mark Lowcock menyebut operasi bantuan lintas batas sebagai “saluran kehidupan” bagi sekitar 3 juta warga Suriah di wilayah utara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, Rusia mempertanyakan pentingnya operasi yang direncanakan akan berlangsung jangka panjang tersebut.

"Tidak ada komitmen, tetapi kami menjelaskan bahwa ini sangat penting bagi kami jika akan ada kerja sama lebih lanjut di Suriah," kata pejabat AS itu.

Baca juga: Suriah Tangkis Serangan Rudal Kiriman Israel

Pejabat AS itu menambahkan, tidak adanya komitmen dari Rusia untuk operasi bantuan lintas batas ke Suriah tersebut dianggapkan sebagai ujian apakah AS dan Rusia bisa bekerja sama.

Dewan Keamanan PBB pertama kali mengizinkan operasi bantuan lintas batas PBB dan organisasi non-pemerintah ke Suriah pada 2014 di empat titik.

Tahun lalu, operasinya dikurangi menjadi hanya satu titik penyeberangan dari Turki karena tentangan dari Rusia dan China.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Izinkan Lagi Penjualan Miras

Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Izinkan Lagi Penjualan Miras

Global
Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Global
Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Global
Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk 'Dine In'

Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk "Dine In"

Global
Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Global
Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Global
WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

Global
Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Global
Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Global
Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Global
Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Global
Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Global
PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

Global
China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

Global
Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Global
komentar
Close Ads X