Kompas.com - 15/06/2021, 12:27 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Abu jenazah Perdana Menteri Jepang pada era Perang Dunia II, Hideki Tojo, disebar di Samudera Pasifik setelah dieksekusi, menurut dokumen rahasia pemerintah Amerika Serikat yang terungkap baru-baru ini.

Keputusan menyebar abu jenazah Tojo didasari kecemasan para pejabat AS bahwa para pendukung Tojo akan mencoba menemukan jenazahnya dan memperlakukannya sebagai martir.

Tojo adalah salah satu orang di balik serangan Jepang terhadap pangkalan militer AS di Pearl Harbor, Hawaii, pada 1941.

Baca juga: Oda Nobunaga: Panglima Perang Kejam yang Berambisi Menyatukan Jepang

Melansir BBC Indonesia pada Selasa (15/6/2021), Tojo juga memimpin Jepang menduduki sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Hindia Belanda yang kini menjadi Indonesia. Tojo pernah berkunjung ke Jawa pada 1943.

Tojo dieksekusi mati bersama 6 orang lainnya pada 1948, setelah dinyatakan bersalah melakukan kejahatan perang.

Usai eksekusi itu, jenazahnya mereka dikremasi. Abu jenazah Tojo lalu disebar di laut.

Fakta ini tertuang dalam dokumen rahasia AS yang baru saja dibuka untuk publik. Berkas ini ditemukan di Arsip Nasional AS di Washington DC dan didalami oleh Hiroaki Takazawa, dosen Universitas Nihon Tokyo.

Dalam berkas tertanggal 23 Desember 1948 itu terdapat keterangan dari Mayor Luther Frierson bahwa Tojo dan 6 orang lainnya dieksekusi mati.

"Saya menyatakan bahwa saya menerima jenazah, mengawasi kremasi, dan menyebarkan abu para penjahat perang yang dieksekusi berikut ini di laut dari pesawat penghubung Angkatan Darat ke-8," tulis Frierson.

Pada bagian bawah dokumen terdapat nama 7 laki-laki yang dieksekusi mati, termasuk Hideki Tojo.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Mantan Presiden Rusia Terus Kobarkan Ambisi Gelap Kremlin...

Saat Mantan Presiden Rusia Terus Kobarkan Ambisi Gelap Kremlin...

Global
Sepasang Pengantin di Nepal Hampir Baku Hantam saat Prosesi Pernikahan

Sepasang Pengantin di Nepal Hampir Baku Hantam saat Prosesi Pernikahan

Global
Bagaimana Taiwan Menghadapi Ancaman Militer China?

Bagaimana Taiwan Menghadapi Ancaman Militer China?

Global
Saingi China, Biden Kucurkan Subsidi Besar ke Industri Semikonduktor AS

Saingi China, Biden Kucurkan Subsidi Besar ke Industri Semikonduktor AS

Global
Bola Logam Tak Sengaja Terlempar di Ajang Olahraga Belanda, Penonton Tewas Terhantam

Bola Logam Tak Sengaja Terlempar di Ajang Olahraga Belanda, Penonton Tewas Terhantam

Global
Saat Inggris Alami Wabah PMK, 6 Juta Hewan Ternak Disembelih

Saat Inggris Alami Wabah PMK, 6 Juta Hewan Ternak Disembelih

Global
Dubes China: Perlu Banyak Hal Sebelum Perbaiki Hubungan Australia-Beijing

Dubes China: Perlu Banyak Hal Sebelum Perbaiki Hubungan Australia-Beijing

Global
Giliran Catatan Pajak Trump Jadi Sasaran Penyelidikan Setelah Rumahnya Digeledah

Giliran Catatan Pajak Trump Jadi Sasaran Penyelidikan Setelah Rumahnya Digeledah

Global
Setelah Tinggal di Singapura, Mantan Presiden Sri Lanka ke Thailand

Setelah Tinggal di Singapura, Mantan Presiden Sri Lanka ke Thailand

Global
China Perluas Area Latihan Perang, Taiwan Simulasi Tembakan Langsung Artileri Howitzer

China Perluas Area Latihan Perang, Taiwan Simulasi Tembakan Langsung Artileri Howitzer

Global
Polisi Thailand Tangkap Warga Negara China, Jalankan Studio Porno Ilegal

Polisi Thailand Tangkap Warga Negara China, Jalankan Studio Porno Ilegal

Global
Penyakit Baru Muncul di China, Disebut Virus Langya, 35 Orang Positif

Penyakit Baru Muncul di China, Disebut Virus Langya, 35 Orang Positif

Global
India Protes Kunjungan Kapal Militer China ke Sri Lanka, Singgung Masalah Keamanan

India Protes Kunjungan Kapal Militer China ke Sri Lanka, Singgung Masalah Keamanan

Global
Rumahnya Digerebek FBI, Trump Manfaatkan dengan Galang Donasi Politik

Rumahnya Digerebek FBI, Trump Manfaatkan dengan Galang Donasi Politik

Global
Fasilitas Minyak Kuba Masih Menyala Setelah 4 Hari Terbakar, Api Sambar Tangki Keempat

Fasilitas Minyak Kuba Masih Menyala Setelah 4 Hari Terbakar, Api Sambar Tangki Keempat

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.