Kompas.com - 08/06/2021, 16:09 WIB
Dalam file foto 11 Desember 2006 ini, Ali Akbar Mohtashamipour (tengah), berbicara selama konferensi tentang Holocaust dengan Rabi Moishe Arye Friedman, kiri, dari Austria, dan Rabi Ahron Cohen, kanan, dari Inggris, di Teheran, Iran. AP PHOTO/VAHID SALEMIDalam file foto 11 Desember 2006 ini, Ali Akbar Mohtashamipour (tengah), berbicara selama konferensi tentang Holocaust dengan Rabi Moishe Arye Friedman, kiri, dari Austria, dan Rabi Ahron Cohen, kanan, dari Inggris, di Teheran, Iran.

TEHERAN, KOMPAS.com - Ali Akbar Mohtashamipour, seorang ulama Syiah yang dianggap sebagai pendiri Hezbollah, meninggal karena Covid-19 pada Senin (7/6/2021).

Mohtashamipour meninggal di rumah sakit Teheran utara setelah sakit karena Covid-19, menurut kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah melansir AP pada.

Baca juga: Hamas dan Israel Gencatan Senjata, Hezbollah Ikut Merayakan

Mohtashamipour membentuk aliansi dengan kelompok-kelompok militan Muslim di seluruh Timur Tengah pada 1970-an, melansir The Hill pada Senin (7/6/2021).

Setelah Revolusi Islam di akhir 70-an, ia berperan dalam mendirikan Garda Revolusi paramiliter di Iran.

Dengan kelompok itu, dan dalam posisinya sebagai duta besar untuk Suriah, dia dilaporkan membawa pasukan ke wilayah tersebut dan membantu menciptakan Hezbollah.

Hezbollah telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS. Sementara itu di Lebanon kelompok itu beroperasi sebagai partai politik dan sayap militer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut laporan AP, AS menyalahkan Hezbollah atas pemboman 1983 di Kedutaan Besar AS di Beirut yang menewaskan 63 orang.

Selain itu, Hezbollah juga dikaitkan dengan pemboman barak Marinir AS di ibukota Lebanon yang menewaskan 241 tentara AS. Lalu serangan berikutnya yang menewaskan 58 pasukan terjun payung Perancis.

Organisasi itu dan Iran, bagaimanapun, telah membantah keterlibatan dalam insiden tersebut.

Baca juga: Israel Luncurkan Serangan Artileri ke Lebanon untuk Balas Hezbollah Pendukung Palestina

Pada 1984, Mohtashamipour menjadi target upaya pembunuhan, yang diduga dieksekusi oleh Israel, menurut sebuah buku tentang pembunuhan Israel yang dikutip oleh AP.

Mohtashamipour menerima sebuah buku dengan bom di dalamnya yang meledak ketika dibuka. Dia kehilangan tangan kanannya dan dua jari di tangan kirinya dalam insiden itu.

Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Ayatollah Ali Khamenei, memuji Mohtashamipour atas "pekerjaan revolusionernya."

Presiden Iran Hassan Rouhani juga menghormati Mohtashamipour, dengan mengatakan dia "mengabdikan hidupnya untuk mempromosikan agama dan merealisasikan gerakan cita-cita revolusi."

Baca juga: Hezbollah Bantah Disebut Ambil Untung Perdagangan Narkoba

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heiden, Desa Swiss yang Menjadi Kelahiran Penjajah Indonesia

Heiden, Desa Swiss yang Menjadi Kelahiran Penjajah Indonesia

Global
Pakar Sejarah Sebut Swiss Terlibat Penjajahan di Indonesia

Pakar Sejarah Sebut Swiss Terlibat Penjajahan di Indonesia

Global
Dibesarkan Orangtuanya yang Anggota ISIS, Gadis AS Ini Dikeluarkan dari Suriah

Dibesarkan Orangtuanya yang Anggota ISIS, Gadis AS Ini Dikeluarkan dari Suriah

Global
Ratusan Petugas Kesehatan di Australia Jalani Isoma di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Ratusan Petugas Kesehatan di Australia Jalani Isoma di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Jerman Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan, Bergabung dengan Negara Barat Lawan China

Jerman Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan, Bergabung dengan Negara Barat Lawan China

Global
Kontroversi Monumen Satu Tahun Ledakan Beirut, Keluarga Masih Berduka Tak Ada yang Bertanggung Jawab

Kontroversi Monumen Satu Tahun Ledakan Beirut, Keluarga Masih Berduka Tak Ada yang Bertanggung Jawab

Global
Momen Haru Atlet Qatar dan Italia Sepakat Berbagi Emas Olimpiade Setelah Bersaing Sengit

Momen Haru Atlet Qatar dan Italia Sepakat Berbagi Emas Olimpiade Setelah Bersaing Sengit

Global
Beberapa Atlet Dituduh Pesta Minuman Keras dan Langgar Aturan Covid-19, Penyelenggara Olimpiade Gelar Penyelidikan

Beberapa Atlet Dituduh Pesta Minuman Keras dan Langgar Aturan Covid-19, Penyelenggara Olimpiade Gelar Penyelidikan

Global
IOC Luncurkan Investigasi Formal atas Kasus Atlet Belarus yang Diusir Tim Olimpiade Negara Sendiri

IOC Luncurkan Investigasi Formal atas Kasus Atlet Belarus yang Diusir Tim Olimpiade Negara Sendiri

Global
Kim Jong Un Hukum Mati Pejabat Tinggi yang Kritik Kebijakannya

Kim Jong Un Hukum Mati Pejabat Tinggi yang Kritik Kebijakannya

Global
Ini Penyebab Atlet Belarus Diusir Tim Olimpiade Negaranya Sendiri hingga Dilindungi Jepang

Ini Penyebab Atlet Belarus Diusir Tim Olimpiade Negaranya Sendiri hingga Dilindungi Jepang

Global
Pria Berusia 100 Tahun Diadili sebagai Mantan Pejabat Kamp Konsentrasi Nazi

Pria Berusia 100 Tahun Diadili sebagai Mantan Pejabat Kamp Konsentrasi Nazi

Global
Covid-19 Kembali, Wuhan Bakal Periksa Semua Penduduknya

Covid-19 Kembali, Wuhan Bakal Periksa Semua Penduduknya

Global
Sejumlah Ibu Kota Provinsi Jatuh di Tangan Taliban, Presiden Afghanistan Salahkan AS Buru-buru Tarik Pasukan

Sejumlah Ibu Kota Provinsi Jatuh di Tangan Taliban, Presiden Afghanistan Salahkan AS Buru-buru Tarik Pasukan

Global
Presiden Afghanistan Salahkan Negara Barat Penyebab Taliban Merajalela

Presiden Afghanistan Salahkan Negara Barat Penyebab Taliban Merajalela

Global
komentar
Close Ads X