DPR AS Bentuk Komisi Independen untuk Bereskan Kasus Kerusuhan Gedung Capitol

Kompas.com - 20/05/2021, 10:30 WIB
Pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka. ANTARA FOTO/REUTERS/LEAH MILLISPendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - DPR AS membentuk komisi independen pada Rabu (19/5/2021) untuk memastikan pertanggungjawaban atas pemberontakan 6 Januari di Gedung Capitol.

Demokrat mengatakan penyelidikan independen sangat penting untuk memperhitungkan segala yang terjadi pada hari itu, ketika massa pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol.

Saat itu, massa dengan kekerasan mencoba membatalkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan umum (pemilu).

Baca juga: Identitas Terduga Pelaku Penyerangan Gedung Capitol Terkuak, Ini Sosoknya

RUU landasan komisi independen disahkkan DRP 252-175, dengan 35 suara Partai Republik mendukung komisi, menentang Trump dan pemimpin Partai Republik Kevin McCarthy.

Pemimpin Senat Partai Republik, Mitch McConnell, berusaha mencegah pembelotan di antara barisannya sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

McConnell menggemakan penentangan dari McCarthy dalam pidato di lantai Senat Rabu pagi waktu setempat (19/5/2021). 

Trump mengeluarkan pernyataan yang mendesak Partai Republik untuk memberikan suara menentangnya, menyebut undang-undang itu sebagai "jebakan Demokrat", seperti yang dilansir dari Associated Press (AP) pada Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Daftar Serangan Gedung Capitol AS Selama 50 Tahun Terakhir

Sebagian besar anggota Partai Republik menolak pembentukan komisi independen. Hanya segelintir Republikan yang mendukung komisi indepanden itu berbicara dengan tegas.

"Ini tentang fakta, ini bukan politik partisan," kata Perwakilan New York John Katko, tokoh Republik di Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS yang merundingkan undang-undang tersebut dengan Partai Demokrat.

Dia berkata, "rakyat Amerika dan Kepolisian Capitol pantas mendapatkan jawaban, dan bertindak secepat mungkin untuk memastikan bahwa hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi."

Baca juga: Kronologi Serangan Gedung Capitol, Tersangka Tabrak Polisi dan Hantam Barikade

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.