Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bantu Israel, AS Pakai Hak Veto 44 Kali Sejak 1972

Kompas.com - 16/05/2021, 11:10 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Konflik Israel dan Palestina kembali memanas beberapa hari terakhir dan konflik antara kedua belah pihak terus berkecamuk.

Di Yerusalem, warga Palestina dan polisi Israel dilaporkan bentrok untuk beberapa malam.

Sementara di Jalur Gaza, militer Israel membombardir wilayah tersebut melalui serangan udara.

Baca juga: Sejarah dan Fungsi Hak Veto Dewan Keamanan PBB

Jalur Gaza juga mengirim serentetan roket ke wilayah Israel selama beberapa malam berturut-turut.

Melansir Reuters, Dewan Keamanan PBB sedianya membahas kekerasan yang memburuk antara Israel dan Palestina pada Minggu (16/5/2021).

Para diplomat mengatakan Amerika Serikat (AS), sekutu dekat Israel, pada awalnya menyarankan pertemuan Dewan Keamanan PBB dapat diadakan pada Selasa (18/5/2021).

Sebelum ini, AS berulangkali menggunakan hak vetonya dalam Dewan Keamanan PBB untuk membela Israel.

Baca juga: Trump Ancam Veto Anggaran Belanja Militer, Ada Apa?

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, bersama Inggris, Perancis, China, dan Rusia, AS memang memiliki hak veto.

Jewish Virtual Library mencatat, AS telah menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB sebanyak 44 kali untuk melindungi Israel.

Terbaru, “Negeri Paman Sam” menggunakan hak vetonya pada Juni 2018 terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk penggunaan kekuatan Israel terhadap warga sipil Palestina.

Pada 2017, AS memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak organisasi internasional itu menolak keputusan mantan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca juga: Trump Veto Upaya Batasi Wewenang Perangnya terhadap Iran

Hak veto pertama

AS menggunakan hak veto pertamanya terhadap Israel pada 1972 sebagaimana dilansir Middle East Eye.

Kala itu, Washington memveto rancangan resolusi yang mengungkapkan keprihatinan atas situasi yang memburuk di Timur Tengah akibat agresi Israel di perbatasan Lebanon.

Resolusi tersebut dirancang oleh Guinea, Yugoslavia, dan Somalia. Rancangan resolusi itu hanya diveto oleh AS. Panama abstain.

Baca juga: Indonesia Dukung Upaya Penghapusan Hak Veto di PBB

Beberapa resolusi serupa juga diveto oleh AS pada tahun-tahun berikutnya seperti rancangan resolusi pada 1975 yang menyerukan Israel untuk segera menghentikan semua serangan militer terhadap Lebanon.

Pada 1982, Spanyol mengajukan rancangan resolusi yang menuntut Israel menarik semua pasukan militernya dari Lebanon yang diakui secara internasional dalam waktu enam jam.

Pada 1985, 1986, dan 1988, AS memveto resolusi serupa. Perang saudara Lebanon berakhir pada 1990, tetapi Israel tidak mundur dari selatan negara itu hingga 2000.

Baca juga: Hak Veto PBB: Definisi, Sejarah, dan Perdebatannya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Global
Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Global
Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Global
Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Global
Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Global
Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Global
AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

Global
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Global
Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Global
Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Global
Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Global
Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Global
Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Global
Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com