Trump Veto Upaya Batasi Wewenang Perangnya terhadap Iran

Kompas.com - 07/05/2020, 21:46 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump hadir dalam konferensi pers harian mengenai kebijakan pemerintah menangani virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 3 April 2020. REUTERS/TOM BRENNERPresiden Amerika Serikat Donald Trump hadir dalam konferensi pers harian mengenai kebijakan pemerintah menangani virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 3 April 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump melakukan veto upaya membatasi wewenang perang miliknya terhadap Iran, seraya menyebutnya "sangat menghina".

Dalam rilis pernyataannya, sang presiden menyebut resolusi dari Kongres AS, teguran bipartisan yang langka kepadanya pada Maret lalu, didasarkan pada "kesalahphaman tentang fakta dan hukum".

Resolusi dibuat baik oleh Republik maupun Demokrat, karena mereka takut jika Trump bisa mendeklarasikan perang terhadap Iran.

Baca juga: Presiden Iran Peringatkan AS, Jangan Melawan Iran Tiap Hari

Presiden 73 tahun itu menjelaskan, Kongres secara salah menafsirkan otoritas konstitusionalnya terbatasa pada "pertahanan dan pasukan AS atas ancaman yang akan terjadi".

"itu salah," kata dia. Trump menjelaskan, saat ini mereka hidup di dunia penuh dengan ancaman yang semakin hari semakin berkembang.

"Konstitusi mengakui Presiden harus bisa mengantisipasi segala langkah musuh, dan menentukan keputusan penting. Itu yang saya lakukan!" tegasnya.

Dilansir AFP Kamis (7/5/2020), veto tersebut dilakukan setelah Kongres mengesahkan resolusi untuk menekan wewenang perang sang presiden.

Disebutkan dalam resolusi itu, Trump tidak bisa mengerahkan tentaranya melawan Teheran tanpa mendapat persetujuan dari Kongres.

Para pendukung legislasi itu menyatakan, mereka ingin memastikan Kongres punya wewenang unik untuk mendeklarasikan perang, sebagaimana diurai dalam Konstitusi AS.

Baca juga: Jenderal Iran Qasem Soleimani Dibunuh AS, Korea Utara Larang Penggunaan Ponsel

Presiden ke-45 AS itu sebelumnya sudah berulang kali menekankan perlunya menarik militer mereka yang berada di luar negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X