Konflik Israel-Palestina (1): Gerakan Zionisme sampai Mandat Palestina

Kompas.com - 14/05/2021, 16:47 WIB
Imigrasi bangsa Yahudi di Eropa menuju ke Palestina dipicu munculnya gerakan Zionisme di akhir abad ke-19. WikipediaImigrasi bangsa Yahudi di Eropa menuju ke Palestina dipicu munculnya gerakan Zionisme di akhir abad ke-19.

KOMPAS.com — Tensi di Kota Gaza memanas sejak Senin (10/5/2021). IDF dan Hamas yang menguasai Gaza saling serang dengan menembakkan senjata berat.

Hamas menyatakan, mereka meluncurkan ribuan roket sebagai balasan karena polisi Israel menyerang warga Palestina di Yerusalem.

Baca juga: Israel Kerahkan Ribuan Tentara ke Gaza, Hamas Tebar Ancaman

IDF lalu merespons dengan mengerahkan jet tempur, dan membombardir sejumlah target yang dihuni faksi Palestina itu.

Tapi, berbicara soal konflik modern Israel-Palestina sebaiknya kita merunut hingga akhir abad ke-19 sebelum pecahnya Perang Dunia I.

Timur Tengah ketika itu merupakan wilayah kekuasaan Kekaisaran Ottoman Turki selama lebih dari 400 tahun.

Palestina, yang saat itu disebut Suriah Selatan, dipecah menjadi Provinsi Suriah, Beirut, dan Yerusalem oleh penguasa Ottoman menjelang akhir abad ke-19.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Waktu itu Palestina didominasi warga Arab Muslim dengan sedikit warga Kristen Arab, Druze, Sirkasian, dan Yahudi.

Baca juga: Siapkan Operasi ke Gaza, Israel Panggil 9.000 Tentara Cadangan

Meski hidup di bawah penjajahan bangsa Turki, kehidupan di kawasan ini bisa dikatakan jauh dari konflik dan kekerasan.

Sementara itu, jauh di Benua Biru, warga Yahudi yang banyak tersebar di Eropa Tengah dan Eropa Timur sudah sejak lama memimpikan "kembali ke Zion." Sederhananya, mereka berkeinginan kembali ke tanah yang dijanjikan Tuhan.

Imigrasi ke Palestina atau yang mereka sebut sebagai Tanah Israel sudah dilakukan. Tapi, prosesnya baru secara individual atau kelompok-kelompok kecil.

Halaman:

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UNESCO Serukan Great Barrier Reef Warisan Dunia 'Dalam Bahaya'

UNESCO Serukan Great Barrier Reef Warisan Dunia "Dalam Bahaya"

Global
Wanita yang Mengaku Lahirkan 10 Bayi Dibawa ke Bangsal Psikiatri

Wanita yang Mengaku Lahirkan 10 Bayi Dibawa ke Bangsal Psikiatri

Global
Peneliti UFO Sambut Baik Laporan Pentagon soal 'Fenomena Udara Tak Dikenal'

Peneliti UFO Sambut Baik Laporan Pentagon soal "Fenomena Udara Tak Dikenal"

Global
Kebanjiran Ratusan Paket Misterius Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Kebanjiran Ratusan Paket Misterius Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Global
7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

Global
Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Global
Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Global
Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Global
Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Global
Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Global
Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Global
Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Global
Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Global
Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Global
Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Global
komentar
Close Ads X