Mengenal Roket China Long March 5B yang Akan Jatuh Tak Terkendali ke Bumi

Kompas.com - 08/05/2021, 14:23 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe, pada roket Long March-5B Y2 dipindahkan ke area peluncuran Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan China selatan pada (23/4/2021) AP PHOTO/GUO WENBINDalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe, pada roket Long March-5B Y2 dipindahkan ke area peluncuran Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan China selatan pada (23/4/2021)

BEIJING, KOMPAS.com - Roket China bernama Long March 5B akan jatuh tak terkendali ke Bumi dan berisiko menghantam daerah berpenghuni.

Roket Long March 5B ini adalah pendorong modul pertama untuk membangun stasiun luar angkasa China.

Kantor berita AFP pada Jumat (7/5/2021) mewartakan, roket ini akan jatuh bukan karena kesalahan teknis, melainkan memang didesain seperti itu.

Baca juga: Roket Long March 5B China Jatuh Tanpa Kendali, Akan Masuk Atmosfer Bumi Minggu Ini

Dari orbit rendah Bumi, roket ini ditarik secara bertahap oleh gravitasi ke permukaan planet.

Benda semacam itu biasanya akan bergesekan dengan panasnya atmosfer saat mendekati Bumi, tetapi ukuran roket China ini sangat besar sampai seberat 18 ton, sehingga kecil kemungkinan bisa terbakar semua.

"Mengingat ukuran obyeknya, pasti akan ada potongan besar yang tersisa," kata Florent Delefie, astronom di Observatorium Paris-PSL.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika roket terdiri dari bahan yang tidak terpisah saat masuk kembali, itu bahkan lebih berisiko. Tampaknya itulah kasus Long March 5B," imbuhnya.

Sementara itu, Nicolas Bobrinsky kepala teknik dan inovasi di European Space Agency (ESA) menerangkan, China seharusnya mengantisipasi entri ulang terkontrol dengan retrorocket.

"Ini dilakukan Rusia saat mereka memindahkan stasiun Mir dari orbit Bumi," terang Bobrinsky.

Baca juga: Pentagon Waspadai Jatuhnya Roket China di Wilayah Berpenghuni

Kemungkinan skenario jatuhnya roket China Long March 5B

Roket China Long March 5 meluncurkan misi pengembalian sampel bulan Chang'e 5 ke orbit dari Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Pulau Hainan di China selatan pada 24 November 2020 waktu Beijing. (Kredit gambar: Administrasi Luar Angkasa Nasional China)
Administrasi Luar Angkasa Nasional China/Live Science Roket China Long March 5 meluncurkan misi pengembalian sampel bulan Chang'e 5 ke orbit dari Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Pulau Hainan di China selatan pada 24 November 2020 waktu Beijing. (Kredit gambar: Administrasi Luar Angkasa Nasional China)
Mengingat ketinggian roket orbit antara 150-250 kilometer, masuknya kembali obyek itu ke Bumi sangat sulit diantisipasi.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X