Corona India Catat Rekor Buruk Lagi, 4.000 Kematian dalam Sehari

Kompas.com - 08/05/2021, 12:51 WIB
Kerabat dan relawan bersiap untuk mengkremasi orang-orang yang meninggal karena Covid-19 di area yang telah diubah menjadi krematorium di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). India pada Sabtu mencetak rekor global harian lainnya dengan 401.993 kasus baru, menjadikan total kasus Covid-19 di sana lebih dari 19,1 juta. AP PHOTO/AMIT SHARMAKerabat dan relawan bersiap untuk mengkremasi orang-orang yang meninggal karena Covid-19 di area yang telah diubah menjadi krematorium di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). India pada Sabtu mencetak rekor global harian lainnya dengan 401.993 kasus baru, menjadikan total kasus Covid-19 di sana lebih dari 19,1 juta.

NEW DELHI, KOMPAS.com – Covid-19 di India semakin parah setelah melaporkan lebih dari 4.000 kematian akibat virus corona dalam sehari untuk pertama kalinya.

Hal itu dilaporkan oleh otoritas India pada Sabtu (8/5/2021) sebagaimana dilansir AFP.

Otoritas India melaporkan 4.187 kematian akibat virus corona dalam sehari, sehingga total korban tewas akibat Covid-19 di India sebanyak 238.270 jiwa.

Baca juga: Panjang Daftar Tunggu Tempat Tidur Setiap RS India Capai 75 Nama, Dokter Mengaku Hancur

“Negeri Anak Benua” juga melaporkan 401.078 kasus Covid-19 baru dalam 24 jam terakhir, membuat total kasus virus corona di India sebanyak 21,9 juta kasus sejak pandemi dimulai.

Sementara itu, para ahli memperkirakan bahwa jumlah korban tewas akibat Covid-19 sebenarnya jauh lebih banyak daripada yang dilaporkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para ahli memprediksi, gelombang kedua Covid-19 mungkin saja belum mencapai puncaknya pada akhir Mei.

Melalui sepucuk surat, politikus oposisi pemerintah India, Rahul Gandhi, meminta agar Perdana Menteri India Narendra Modi menerapkan lockdown nasional.

Baca juga: Tsunami Corona India Belum Terkendali, Dikhawatirkan Jadi Ancaman Dunia

Gandhi khawatir, tsunami Covid-19 India tidak hanya menghancurkan negara itu, namun juga bisa menjadi ancaman dunia.

Gandhi mengatakan, India bertanggung jawab untuk menghentikan “ledakan” kasus Covid-19 di dalam negeri.

Dia menambahkan, India adalah bukti bahwa virus corona bisa bermutasi menjadi varian yang lebih menular dan lebih berbahaya.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Periksa “Laporan Kebocoran” di Pembangkit Nuklir China atas Permintaan Perusahaan Perancis

AS Periksa “Laporan Kebocoran” di Pembangkit Nuklir China atas Permintaan Perusahaan Perancis

Global
Begini Wujud Robot Pembawa Air Zamzam, biar Jemaah Haji Tak Berdesakan

Begini Wujud Robot Pembawa Air Zamzam, biar Jemaah Haji Tak Berdesakan

Global
Koalisi Berujung Suksesi yang Menangkan PM Baru Israel Naftali Bennett

Koalisi Berujung Suksesi yang Menangkan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Pasokan Lambat, 5 Negara Bagian AS Ini Belum Vaksinasi Separuh Warganya

Pasokan Lambat, 5 Negara Bagian AS Ini Belum Vaksinasi Separuh Warganya

Global
Takut Tak Direstui Orangtua, Pria Ini Sembunyikan Pacarnya Selama 11 Tahun

Takut Tak Direstui Orangtua, Pria Ini Sembunyikan Pacarnya Selama 11 Tahun

Global
7 Fakta dan Kontroversi Naftali Bennett, PM Baru Israel Pengganti Benjamin Netanyahu

7 Fakta dan Kontroversi Naftali Bennett, PM Baru Israel Pengganti Benjamin Netanyahu

Global
Ayah dari Keluarga Terbesar di Dunia Meninggal, Tinggalkan 38 Istri dan 89 Anak

Ayah dari Keluarga Terbesar di Dunia Meninggal, Tinggalkan 38 Istri dan 89 Anak

Global
Bukan Eropa, Suku Selandia Baru Disebut Jadi Penemu Pertama Antartika

Bukan Eropa, Suku Selandia Baru Disebut Jadi Penemu Pertama Antartika

Global
Bintang Baru Berukuran 100 Kali Matahari Berkedip Dekat Bima Sakti

Bintang Baru Berukuran 100 Kali Matahari Berkedip Dekat Bima Sakti

Global
Israel Ganti Pemerintahan, Palestina Sambut dengan Curiga

Israel Ganti Pemerintahan, Palestina Sambut dengan Curiga

Global
Inspirasi Energi: G7 Kembali Berkomitmen untuk Energi Bersih

Inspirasi Energi: G7 Kembali Berkomitmen untuk Energi Bersih

Internasional
Sepak Terjang Benjamin Netanyahu, PM Terlama Israel yang Baru Lengser

Sepak Terjang Benjamin Netanyahu, PM Terlama Israel yang Baru Lengser

Global
Presiden Ukraina Gembira G7 Dukung Negaranya atas Rusia

Presiden Ukraina Gembira G7 Dukung Negaranya atas Rusia

Global
Perusahaan 'Zombie' di Korsel Bertambah pada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Perusahaan "Zombie" di Korsel Bertambah pada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Global
VIDEO: Macet Panjang di India Usai Negara Bagian Cabut Syarat Wajib Tes PCR

VIDEO: Macet Panjang di India Usai Negara Bagian Cabut Syarat Wajib Tes PCR

Global
komentar
Close Ads X