Distribusi Bantuan Covid-19 di India Dicurigai Ditahan Pemerintah

Kompas.com - 07/05/2021, 07:11 WIB
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) merawat pasien positif Covid-19 di dalam ruang pertemuan yang sementara diubah menjadi pusat perawatan covid di New Delhi pada 28/4/2021. AFP PHOTO/PRAKASH SINGHPetugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) merawat pasien positif Covid-19 di dalam ruang pertemuan yang sementara diubah menjadi pusat perawatan covid di New Delhi pada 28/4/2021.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sejumlah negara mengirim pasokan medis darurat untuk membantu penanganan tsunami Covid-19 di India. Namun, beberapa bantuan medis ditahan, menurut laporan.

Ventilator, obat-obatan, dan peralatan oksigen mulai berdatangan di India, dari negara-negara termasuk Inggris, AS, pada awal pekan lalu.

Pada Minggu (2/5/2021), sekitar 300 ton pasokan dalam 25 penerbangan telah tiba di Bandara Internasional Delhi.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] 8 Singa Asia di India Positif Covid-19 | Mayra Zulfiqar Dibunuh Pria yang Lamarannya Ditolak

Namun, kekhawatiran meningkat tentang penundaan dalam penyaluran bantuan medis kepada mereka yang paling membutuhkan.

Melansir BBC pada Kamis (6/5/2021), selama beberapa hari, sebagian besar kargo berada di hanggar ketika rumah sakit meminta lebih banyak bantuan medis.

Pasokan tidak mulai didistribusikan hingga Senin malam waktu setempat (3/5/2021), lebih dari sepekan setelah gelombang pertama bantuan darurat tiba di India.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah India membantah keras adanya penundaan distribusi bantuan, dan justru mengeluarkan pernyataan pada Selasa malam waktu setempat (4/5/2021) bahwa pihaknya telah memperkenalkan "mekanisme yang efisien dan sistematis" untuk mendistribusikan paskokan.

Baca juga: Akibat Meremehkan, Covid-19 di India Meluas hingga Pedesaan Terpencil

Kementerian kesehatan mengatakan dalam pernyataan bahwa pihaknya "bekerja 24x7 untuk mempercepat dan membereskan distribusi barang".

Namun para praktiknya, para pejabat di negara bagian yang paling parah terkena dampak tsunami Covid-19 di India mengatakan kepada BBC bahwa mereka masih belum menerima pasokan apa pun dari pemerintah pusat.

Kerala, negara bagian yang mencatat rekor 37.190 kasus Covid-19 baru pada awak pekan ini, masih belum menerima bantuan apa pun hingga Rabu malam waktu setempat (5/5/2021), kata sekretaris kesehatan negara bagian, Dr Rajan Khobragade kepada BBC.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X