[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Kompas.com - 18/04/2021, 05:20 WIB
Kombinasi foto yang dibuat pada 4 Maret 2021 menunjukkan kerusakan (kiri atas) yang disebabkan tsunami pada 11 Maret 2011, dilihat dari kota Kesennuma, Prefektur Miyagi, Jepang. Are yang sama pada 14 Januari 2012 (kanan atas), kemudian pada20 Februari 2013 (kiri bawah), dan pada Februari ini (kanan bawah). AFP PHOTO/COMBOKombinasi foto yang dibuat pada 4 Maret 2021 menunjukkan kerusakan (kiri atas) yang disebabkan tsunami pada 11 Maret 2011, dilihat dari kota Kesennuma, Prefektur Miyagi, Jepang. Are yang sama pada 14 Januari 2012 (kanan atas), kemudian pada20 Februari 2013 (kiri bawah), dan pada Februari ini (kanan bawah).

KOMPAS.com - Berita internasional minggu ini tidak hanya mengulas berita serius. Kanal Global Kompas.com juga mencatat ada beberapa kabar unik, yang menggelitik dan mengundang tawa.

Bahkan beberapa ada yang aneh sampai membuat tercengang. Salah satunya adalah soal jam berusia 100 tahun yang kemudian kembali berdetak.

Sebelumnya jam itu mati pasca gempa dan sunami yang melanda kuil di “Negeri Sakura” pada 2011.

Selain itu ada juga kabar tentang petani Malaysia yang akhirnya menemukan cara menanam salah satu buah termahal di dunia. Yaitu dengan teknik musik dan pijat.

Berikut kami sajikan berita-berita unik dari kanal Global Kompas.com edisi Senin (12/4/2021) hingga Sabtu (23/4/2021).

Baca juga: [UNIK GLOBAL] Lowongan Petani Stroberi di Australia Berhadiah Rp 1 Miliar | Mahkota Mrs Sri Lanka Dicopot Paksa Caroline Jurie

1. 10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

Jam berusia 100 tahun di sebuah kuil di Jepang yang rusak dalam gempa bumi dan tsunami pada 2011 mulai berdetak lagi.

Jam tua itu rusak setelah wilayah di pantai timur laut Jepang tersebut didera tsunami pasca gempa bumi dahsyat, yang menewaskan lebih dari 18.000 orang pada Maret 2011.

Jam itu kemudian dievakuasi oleh Bunshun Sakano, kepala Kuil Fumonji di Yamamoto, di wilayah Miyagi, Jepang.

Dia berupaya memperbaiki jam tersebut, namun tidak berhasil. Karena tidak berhasil, jam tersebut disimpan saja di kuil itu sebagaimana dilansir BBC, Rabu (14/4/2021).

Namun, 10 tahun kemudian, ketika gempa yang lebih kecil terjadi pada 13 Februari 2021, Sakano mengatakan jam itu mulai bekerja lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X