Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Brasil Peringatkan Warganya Tunda Kehamilan karena Varian Corona Brasil

Kompas.com - 17/04/2021, 15:29 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber Guardian

BRASILIA, KOMPAS.com - Brasil memperingatkan penduduk wanita untuk menunda kehamilan sampai pandemi terburuk berlalu, varian Covid-19 yang menghancurkan negara Amerika Selatan itu tampaknya lebih memengaruhi ibu hamil lebih dari versi sebelumnya.

Rekomendasi tersebut datang ketika Brasil terus menjadi salah satu pusat pandemi global. Saat ini lebih banyak orang Brasil yang meninggal karena Covid-19 setiap hari, daripada di tempat lain di dunia.

Baca juga: Covid-19 Makin Buruk di Brasil, Pasien Diikat dan Diintubasi Tanpa Ditenangkan

Rumah sakit berada di bawah tekanan, dengan stok obat yang dibutuhkan untuk mengintubasi pasien yang sakit parah semakin menipis.

Brasil beralih ke mitra internasional untuk bantuan persediaan darurat.

"Jika memungkinkan, tunda kehamilan sedikit hingga saat yang lebih baik," kata seorang pejabat Kementerian Kesehatan Brasil, Raphael Parente, dalam konferensi pers pada Jumat (16/4/2021) melansir Guardian.

Dia mengatakan rekomendasi itu sebagian karena tekanan pada sistem kesehatan, tetapi juga karena varian Brasil yang lebih mudah menular yang dikenal sebagai varian P.1.

“Pengalaman klinis para spesialis menunjukkan bahwa varian baru ini bekerja lebih agresif pada wanita hamil,” kata Parente.

Menurutnya, kasus Covid-19 sebelumnya difokuskan pada trimester akhir selama kehamilan dan kelahiran. Tapi akhir-akhir ini, ada kasus yang lebih serius pada trimester kedua dan terkadang pada trimester pertama.

Baca juga: Bayi di Brasil Banyak yang Meninggal karena Covid-19, Apa yang Terjadi?

Varian baru virus corona P.1, pertama kali ditemukan di kota Amazon Manaus, dengan cepat menjadi dominan di Brasil.

Diperkirakan varian ini menjadi faktor utama di balik gelombang besar infeksi, yang telah menyebabkan jumlah kematian di negara itu menjadi lebih dari 350.000. Jumlah itu tertinggi kedua di dunia setelah AS.

Infeksi ke penduduk muda

Wabah di Brasil semakin memengaruhi orang yang lebih muda. Data rumah sakit menunjukkan bahwa pada Maret lebih dari setengah dari semua pasien dalam perawatan intensif berusia 40 tahun atau lebih muda.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro, menentang penguncian dan mengadakan acara besar di mana dia sering tidak mengenakan masker.

Dia baru-baru ini menggunakan vaksin sebagai kemungkinan solusi. Tetapi peluncuran vaksinasi telah diganggu oleh penundaan, sehingga meleset dari target inokulasi.

Minggu ini, vaksinasi dihentikan di beberapa kota karena kekurangan pasokan vaksin, menurut media lokal.

Lonjakan kasus Covid-19 juga membuat rumah sakit kekurangan obat penenang yang dibutuhkan untuk pasien yang membutuhkan ventilasi mekanis.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Global
Tabrakan 2 Kereta di Argentina, 57 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Tabrakan 2 Kereta di Argentina, 57 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Inggris Cabut Visa Mahasiswa Pro-Palestina yang Protes Perang Gaza

Inggris Cabut Visa Mahasiswa Pro-Palestina yang Protes Perang Gaza

Global
3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

Global
Israel Kirim 200.000 Liter Bahan Bakar ke Gaza Sesuai Permintaan

Israel Kirim 200.000 Liter Bahan Bakar ke Gaza Sesuai Permintaan

Global
China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan lalu Keluarkan Peringatan

China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan lalu Keluarkan Peringatan

Global
AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

Global
9 Negara yang Tolak Dukung Palestina Jadi Anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB

9 Negara yang Tolak Dukung Palestina Jadi Anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB

Global
Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Global
Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Global
ICC Didesak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

ICC Didesak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

Global
143 Negara Dukung Palestina Jadi Anggota PBB, AS dan Israel Menolak

143 Negara Dukung Palestina Jadi Anggota PBB, AS dan Israel Menolak

Global
AS Akui Penggunaan Senjata oleh Israel di Gaza Telah Langgar Hukum Internasional

AS Akui Penggunaan Senjata oleh Israel di Gaza Telah Langgar Hukum Internasional

Global
[POPULER GLOBAL] Netanyahu Tanggapi Ancaman Biden | Pembicaraan Gencatan Senjata Gaza Gagal

[POPULER GLOBAL] Netanyahu Tanggapi Ancaman Biden | Pembicaraan Gencatan Senjata Gaza Gagal

Global
Saat Dokter Jantung Ladeni Warganet yang Sebut Non-Perokok sebagai Pecundang...

Saat Dokter Jantung Ladeni Warganet yang Sebut Non-Perokok sebagai Pecundang...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com