Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Kompas.com - 13/04/2021, 23:46 WIB
Kapal perang Yushan di dermaga Kaosiung, Taiwan (13/4/2021). REUTERS/ANN WANG via DW INDONESIAKapal perang Yushan di dermaga Kaosiung, Taiwan (13/4/2021).

TAIPEI, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Taiwan memperingatkan dan mendesak mundur puluhan pesawat jet China yang memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) barat daya pulau itu.

Serangan tersebut merupakan pelanggaran terbesar dalam satu tahun terakhir, yang terjadi setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada hari Minggu (11/4/2021) memperingatkan China untuk tidak mencoba mengubah status quo di sekitar Taiwan dan mengatakan hal itu akan menjadi "kesalahan serius."

Beberapa analis dan pejabat militer AS memperingatkan ketegangan antara Taiwan dan China saat ini mencapai titik tertinggi sejak pertengahan tahun 1990-an.

Baca juga: Lakukan Serbuan Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

"Apa yang telah kami lihat dan apa yang menjadi perhatian nyata kami adalah tindakan pemerintah China yang semakin agresif yang diarahkan ke Taiwan dan meningkatkan ketegangan di Selat (Taiwan)," kata Blinken di acara Meet the Press di NBC.

Taiwan siapkan kapal perang amfibi baru

Taiwan diketahui tengah gencar meningkatkan industri militer dalam negerinya, termasuk membangun kapal perang dan kapal selam, serta meningkatkan fasilitas di Kepulauan Pratas di Laut China Selatan.

Pada hari Selasa (13/4/2021), Taiwan meluncurkan kapal perang amfibi baru yang dapat digunakan untuk mendaratkan pasukan dan meningkatkan jalur pasokan pangan ke pulau-pulau yang dianggap rentan di lepas pantai China dan di Laut China Selatan.

Kapal perang amfibi itu memiliki berat 10.600 ton dan dinamai Yushan, yang diambil dari nama gunung tertinggi di Taiwan. Peluncuran alutsista baru tersebut menandai program ambisius Presiden Tsai Ing-wen untuk memodernisasi angkatan bersenjata di tengah tekanan China.

Baca juga: AS Peringatkan China agar Tak Macam-macam di Filipina dan Taiwan

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berfoto bersama para pejabat pemerintahan di depan dok amfibi Yushan di Kaohsiung, Taiwan (13/4/2021).REUTERS/ANN WANG via DW INDONESIA Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berfoto bersama para pejabat pemerintahan di depan dok amfibi Yushan di Kaohsiung, Taiwan (13/4/2021).
Dibangun oleh CSBC Corporation Taiwan, kapal Yushan yang akan mulai beroperasi tahun depan itu dilengkapi dengan meriam yang bisa digunakan untuk melawan target di udara dan laut, dan persenjataan canggih lainnya.

"Saya yakin kapal ini pasti akan memperkuat kemampuan angkatan laut untuk memenuhi misinya dan semakin memperkuat pertahanan kita,” kata Presiden Tsai.

Ketua CSBC Cheng Wen-lung mengatakan, selain menjadi kapal perang amfibi, kapal itu akan digunakan untuk mengangkut barang-barang di Laut China Selatan dan pulau-pulau lepas pantai Taiwan yang terletak dekat dengan pantai milik China.

Kapal Yushan memiliki "eksterior tersembunyi" dan proteksi denyut elektromagnetik. "Kapal itu dapat melakukan berbagai misi pertempuran sendiri di laut untuk waktu yang lama,” kata Cheng.

Baca juga: Lagi, China Kirim 15 Pesawatnya Langgar Zona Pertahanan Taiwan


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X