Masa Muda Pangeran Philip, Pria yang Mencurahkan Hidupnya agar Ratu Elizabeth II Bisa Bertakhta

Kompas.com - 10/04/2021, 06:30 WIB
Pangeran Philip melepas gelar keturunan Yunani dan menjadi warga negara Inggris sebelum menikah dengan Putri Elizabeth ketika itu. TERRY O'NEILL via BBC INDONESIAPangeran Philip melepas gelar keturunan Yunani dan menjadi warga negara Inggris sebelum menikah dengan Putri Elizabeth ketika itu.

LONDON, KOMPAS.com - Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II yang mendapat gelar resmi Duke of Edinburgh, mendapat penghormatan yang meluas karena dukungannya yang tak henti-hentinya kepada Ratu.

Tugas yang tidak mudah bagi seseorang, apalagi untuk seorang pria yang sudah terbiasa dengan komando Angkatan Laut dan memiliki pandangan yang kuat atas berbagai hal.

Namun dengan karakter yang amat kuat seperti itu, dia masih mampu mengemban tugas secara efektif dan memberi dukungan sepenuh hati kepada istrinya dalam melakukan tugas-tugas kerajaan sebagai Ratu.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pangeran Philip Suami Ratu Elizabeth II Meninggal

Sebagai pria pendamping dari penguasa kerajaan perempuan, Pangeran Philip tidak memiliki posisi berdasarkan konstitusi.

Namun tidak ada orang lain yang bisa sedekat dia dengan kerajaan atau yang memiliki pengaruh yang besar atas kerajaan Inggris.

Masa kecil

Lahir di Pulau Corfu, Yunani, pada 10 Juni 1921, akta kelahirannya tertanggal 28 Mei 1921 karena saat itu Yunani belum menggunakan kalender Gregorian.

Ayahnya adalah Pangeran Andrew dari Yunani, putra dari Raja George I di Hellenes. Ibunya adalah Putri Battenberg, putri sulung dari Pangeran Louis dan saudara perempuan Earl Mountbatten.

Setelah kudeta tahun 1922, ayahnya disingkirkan dari Yunani lewat pengadilan revolusioner.

Baca juga: Pangeran Philip Meninggal Dunia, 73 Tahun Dampingi Ratu Elizabeth II

Pangeran Philip ketika masih bayi di pangkuan ibunya.ROYAL COLLECTION via BBC INDONESIA Pangeran Philip ketika masih bayi di pangkuan ibunya.
Sebuah kapal perang Inggris yang dikirim oleh sepupu jauhnya, Raja George I, membawa keluarga ke Perancis dan sepanjang perjalanan itu, bayi Philip menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur bayi yang dibuat dari kotak jeruk.

Dia merupakan akan bungsu dan juga anak laki-laki satu-satunya dengan kakak-kakak perempuan dalam keluarga yang penuh kasih.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X