Kompas.com - 05/04/2021, 06:30 WIB
Dalam laporan yang dirilis Senin (1/2/2021) Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR), yang memantau miliaran dolar yang dihabiskan AS di Afghanistan, mengatakan  serangan Taliban di Kabul, sedang meningkat. AP PHOTO/RAHMAT GULDalam laporan yang dirilis Senin (1/2/2021) Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR), yang memantau miliaran dolar yang dihabiskan AS di Afghanistan, mengatakan serangan Taliban di Kabul, sedang meningkat.

KABUL, KOMPAS.com – Sebuah bom mobil meledak di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Minggu (4/4/2021).

Pengeboman tersebut menewaskan sedikitnya tiga personel keamanan Afghanistan dan melukaui 12 orang.

Baca juga: Intelijen AS Waspadai Afghanistan Akan Segera Dikuasai Milisi Taliban

Juru bicara kepolisian Kabul Ferdaws Faramarz mengonfirmasi jumlah korban dalam pengeboman di distrik Paghman, Kabul, tersebut.

Namun, dia menambahkan bahwa jumlah korban bisa meningkat sebagaimana dilansir Reuters.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok teroris Taliban mengeklaim bahwa 45 personel pasukan keamanan Afghanistan yang tewas atau terluka dalam ledakan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Taliban juga mengeluarkan peringatan untuk menghentikan serangan udara lanjutan di sejumlah wilayah Afghanistan.

Baca juga: Wanita Karier di Afghanistan Jadi Sasaran Pembunuhan Kelompok Ekstremis

Kelompok itu menambahkan, serangan udara tersebut melanggar kesepakatan antara Taliban dan Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan yang dimaksud adalah rencana penarikan pasukan asing dari Afghanistan pada 1 Mei dengan imbalan jaminan perdamaian dari Taliban dan pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Pengeboman tersebut terjadi ketika Washington berupaya ikut terjun ke dalam pembicaraan damai antara Taliban dan Afghanistan yang bergerak lambat.

Baca juga: Berujung Kontroversi, Afghanistan Batalkan Larangan Menyanyi bagi Perempuan di Muka Umum

Mereka telah mengusulkan diadakannya konferensi di Turki akhir bulan ini dan pembentukan pemerintahan sementara untuk menyertakan perwakilan Taliban.

Pihak Barat berseru kepada Taliban untuk sesegera mungkin melakukan gencatan senjata.

Mereka mengatakan, memenuhi batas waktu penarikan pasukan pada 1 Mei akan sulit jika tingkat kekerasan di Afghanistan tidak turun.

Bulan lalu, Taliban mengancam akan melanjutkan permusuhan terhadap pasukan asing di Afghanistan jika mereka tidak memenuhi batas waktu penarikan.

Baca juga: Afghanistan Bakal Selidiki Ada Larangan Gadis Menyanyi di Muka Umum

 


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Klaim Gagalkan “Serangan Sabotase” pada Fasilitas Nuklirnya

Iran Klaim Gagalkan “Serangan Sabotase” pada Fasilitas Nuklirnya

Global
Ngobrol Langsung dengan Awak China di Luar Angkasa, Xi Jinping Puja-puji Astronotnya

Ngobrol Langsung dengan Awak China di Luar Angkasa, Xi Jinping Puja-puji Astronotnya

Global
Bintang TikTok Mesir Ini Divonis Penjara 10 Tahun, Dituding Memperdagangkan Manusia

Bintang TikTok Mesir Ini Divonis Penjara 10 Tahun, Dituding Memperdagangkan Manusia

Global
Faksi Gaza Ancam Israel: Tunda Bantuan Bisa Nyalakan Lagi Pertempuran

Faksi Gaza Ancam Israel: Tunda Bantuan Bisa Nyalakan Lagi Pertempuran

Global
Rusia Jatuhkan Bom dan Tembakan Peringatan ke Kapal Perang Inggris

Rusia Jatuhkan Bom dan Tembakan Peringatan ke Kapal Perang Inggris

Global
Red Light District Amsterdam: Kawasan Prostitusi Legal Paling Berkelas

Red Light District Amsterdam: Kawasan Prostitusi Legal Paling Berkelas

Global
Serba-serbi Museum CPC: 'Rumah Spiritual' Partai Komunis China

Serba-serbi Museum CPC: "Rumah Spiritual" Partai Komunis China

Global
Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Global
India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

Global
Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Global
Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Global
Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Global
Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Global
Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Global
WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

Global
komentar
Close Ads X