Pangeran Jordania Ini Mengaku Jadi Tahanan Rumah karena Dituduh Kritik Raja

Kompas.com - 04/04/2021, 08:06 WIB
Dalam foto yang diambil pada 9 September 2015, Pangeran Hamzah bin Hussein dari Jordania menghadiri acara di Amman di mana Pangeran Ali mengumumkan dia ingin menggantikan Sepp Blatter sebagai Presiden FIFA (badan sepak bola dunia). Pangeran Hamzah menjadi satu dari sejumlah petinggi negara yang ditangkap pada 3 April 2021 karena dianggap memberi ancaman bagi keamanan negara. AFP PHOTO/KHALIL MAZRAAWIDalam foto yang diambil pada 9 September 2015, Pangeran Hamzah bin Hussein dari Jordania menghadiri acara di Amman di mana Pangeran Ali mengumumkan dia ingin menggantikan Sepp Blatter sebagai Presiden FIFA (badan sepak bola dunia). Pangeran Hamzah menjadi satu dari sejumlah petinggi negara yang ditangkap pada 3 April 2021 karena dianggap memberi ancaman bagi keamanan negara.

AMMAN, KOMPAS.com - Seorang pangeran Jordania mengaku, dia menjadi tahanan rumah karena melontarkan kritik kepada sang raja.

Dalam video yang dirilis pengacaranya, Pangeran Hamzah bin Hussein menuding saudara tirinya, Raja Abdullah, korupsi dan tak kompeten mengurus negara.

Pernyataan sang bangsawan terjadi setelah terjadi penangkapan sejumlah pejabat tinggi atas tuduhan melakukan kudeta.

Baca juga: Gabung ke Startup Bernama BetterUp, Begini Kesan Pangeran Harry

Militer sebelumnya membantah mereka menjadikan Pangeran Hamzah sebagai tahanan rumah, seperti dilansir BBC Sabtu (3/4/2021).

Meski begitu, dia diperintahkan untuk tidak melakukan gestur yang bisa dijadikan senjata "mengancam keamanan dan stabilitas" negara.

Penahanan Pangeran Hamzah terjadi setelah dia mengunjungi para pemimpin suku, dan mengeklaim memperoleh dukungan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, dia membantah sudah melakukan pelanggaran dan terlibat dalam konspirasi seperti yang dituduhkan.

Apa yang pangeran katakan?

Dalam video yang dirilis, Hamzah mengungkapkan dia dikunjungi oleh kepala staf jenderal Jordania pada Sabtu pagi waktu setempat.

Baca juga: Pekerjaan Baru Pangeran Harry Kini di Sebuah Perusahaan Kesehatan Mental

Dalam kunjungannya, si petinggi jenderal menekankan Hamzah untuk tak pergi keluar atau berkomunikasi dengan orang lain.

"Karena dalam pertemuan yang hadiri, di media sosial, terdapat kritikan untuk raja," papar si bangsawan.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Secara Global, Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Sampai Pertengahan 2021 Melampaui Total 2020

Secara Global, Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Sampai Pertengahan 2021 Melampaui Total 2020

Global
Profil Pasukan Khusus Dunia: Snow Leopard Commando Unit (China)

Profil Pasukan Khusus Dunia: Snow Leopard Commando Unit (China)

Internasional
Insiden Christian Eriksen Kolaps di Lapangan, Pangeran William Doakan Kesembuhannya

Insiden Christian Eriksen Kolaps di Lapangan, Pangeran William Doakan Kesembuhannya

Global
Para Pemimpin G7 Bahas Asal Usul Covid-19 di Saat WHO Masih Buka Teori Kebocoran Lab Wuhan

Para Pemimpin G7 Bahas Asal Usul Covid-19 di Saat WHO Masih Buka Teori Kebocoran Lab Wuhan

Global
Bocah Laki-laki Alami Luka Robek 16 Meter Setelah Diserang Hiu Sepanjang 2 Meter

Bocah Laki-laki Alami Luka Robek 16 Meter Setelah Diserang Hiu Sepanjang 2 Meter

Global
Polisi Israel Tembak Mati Wanita Palestina Bersenjata

Polisi Israel Tembak Mati Wanita Palestina Bersenjata

Global
Ribuan Orang Turun ke Jalan, Tunjukan Dukungan Bagi Keluarga Muslim Kanada yang Tewas

Ribuan Orang Turun ke Jalan, Tunjukan Dukungan Bagi Keluarga Muslim Kanada yang Tewas

Global
AS Waspada Kapal Iran Sampai di Samudra Atlantik, Curiga Pasok Senjata ke Venezuela

AS Waspada Kapal Iran Sampai di Samudra Atlantik, Curiga Pasok Senjata ke Venezuela

Global
Tertangkap dalam Mulut Paus Bungkuk, Penyelam Selamat Setelah Dimuntahkan

Tertangkap dalam Mulut Paus Bungkuk, Penyelam Selamat Setelah Dimuntahkan

Global
Undangan Pernikahan Sosialisme Viral, Komunisme dan Leninisme Bakal Hadir

Undangan Pernikahan Sosialisme Viral, Komunisme dan Leninisme Bakal Hadir

Global
Provinsi Ini Ancam Blokir Telepon Warga yang Tidak Mau Divaksin Covid-19

Provinsi Ini Ancam Blokir Telepon Warga yang Tidak Mau Divaksin Covid-19

Global
UNIK GLOBAL: 10 Tahun Dinyatakan Tewas, Ternyata di Rumah Pacar | Gubuk Menstruasi untuk Wanita di India

UNIK GLOBAL: 10 Tahun Dinyatakan Tewas, Ternyata di Rumah Pacar | Gubuk Menstruasi untuk Wanita di India

Global
Wanita Ini Miliki Bulu Mata 20 Cm yang Terpanjang di Dunia

Wanita Ini Miliki Bulu Mata 20 Cm yang Terpanjang di Dunia

Global
Bermain Granat, 3 Anak Tewas dan 2 Luka-luka

Bermain Granat, 3 Anak Tewas dan 2 Luka-luka

Global
Penembakan di Texas AS, 13 Orang Luka-luka

Penembakan di Texas AS, 13 Orang Luka-luka

Global
komentar
Close Ads X