FBI Rilis Tersangka Percobaan Pengeboman Markas Republik dan Demokrat

Kompas.com - 10/03/2021, 15:29 WIB
Orang yang dicurigai menempatkan bom pipa di markas besar di Komite Nasional Republik (RNC) dan Komite Nasional Demokrat (DNC) pada malam kerusuhan Gedung Capitol, 5 Januari. [@LorenzoHall/Twitter] @LorenzoHall/TwitterOrang yang dicurigai menempatkan bom pipa di markas besar di Komite Nasional Republik (RNC) dan Komite Nasional Demokrat (DNC) pada malam kerusuhan Gedung Capitol, 5 Januari. [@LorenzoHall/Twitter]

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - FBI merilis video seseorang yang dicurigai menempatkan bom pipa di markas besar di Komite Nasional Republik (RNC) dan Komite Nasional Demokrat (DNC) pada Januari.

Rekaman tersebut dirilis FBI pada Selasa (9/3/2021), menunjukkan tersangka pengebom pada malam 5 Januari, berjalan sepanjang jalan perumahan Capitol Hill, seperti dilansir CBS News pada Selasa (9/3/2021).

"FBI meminta publik yang menonton video itu, mungkin Anda mengenali gaya berjalan, bahasa tubuh, atau tingkah lakunya," kata FBI dalam siaran persnya.

Baca juga: Bom Meledak di Pusat Tes Covid-19 Belanda

"Kami meminta publik untuk menyampaikan informasi apa pun yang dapat membantu kami, termasuk perilaku aneh atau di luar karakter yang Anda lihat pada anggota keluarga, teman, atau rekan kerja, menjelang atau setelah 5 Januari," imbuh keterangan FBI tersebut.

FBI menawarkan hadiah 100.000 dollar AS (Rp 1,4 miliar) untuk informasi yang mengarah ke identifikasi orang yang dicurigai menempatkan bom pipa.

Dalam video tersebut, tersangka pengebom terlihat di trotoar perumahan berdiri di samping ransel, yang menurut FBI digunakan untuk mengangkut bom pipa.

Tersangka tampaknya memakai kacamata, menatap ke seberang jalan saat seorang pria berjalan melewati anjingnya.

Baca juga: Bom Perang Dunia II Seberat 1000 Kg Diledakan, Penduduk Masih Mengungsi

Kemudian, tersangka terlihat melakukan stretching tangan saat ia berjalan di trotoar memegang tas punggung di samping mereka.

FBI mengatakan, tersangka mungkin telah memasuki kendaraan atau mengambil barang dari kendaraan dan memasukkannya ke dalam ransel.

Pihak berwenang melaporkan bahwa dua bom pipa ditemukan di markas DNC dan RNC, sekitar pukul 13.00 waktu setempat pada 6 Januari, ketika perusuh Gedung Capitol mulai melanggar barikade polisi di sekitar perimeter luar Capitol AS.

Baca juga: AS Gunakan Bom Presisi 500 Pon dalam Serangan Pertamanya di Suriah

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Telepon PM Israel, Biden Dukung Gencatan Senjata di Gaza

Telepon PM Israel, Biden Dukung Gencatan Senjata di Gaza

Global
Bocah Palestina Ini Menangis Melihat Rumahnya Hancur oleh Serangan Israel

Bocah Palestina Ini Menangis Melihat Rumahnya Hancur oleh Serangan Israel

Global
Gara-gara Tantangan TikTok, 100 Lebih Remaja Terjebak di Ayunan Mainan Khusus Balita

Gara-gara Tantangan TikTok, 100 Lebih Remaja Terjebak di Ayunan Mainan Khusus Balita

Global
Misteri Pembunuhan di Hinterkaifeck, Semua Korban Ditemukan Tanpa Kepala

Misteri Pembunuhan di Hinterkaifeck, Semua Korban Ditemukan Tanpa Kepala

Global
Hasil Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Covid-19 India

Hasil Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Covid-19 India

Global
Israel Tembakkan Artileri ke Lebanon Setelah Ditembak Roket

Israel Tembakkan Artileri ke Lebanon Setelah Ditembak Roket

Global
Ini Momen Pilot Israel Batalkan Serangan Udara di Gaza karena Melihat Anak-anak

Ini Momen Pilot Israel Batalkan Serangan Udara di Gaza karena Melihat Anak-anak

Global
Pengamat Nilai Tidak Ada Pelanggaran dalam Pemilu Myanmar 2020

Pengamat Nilai Tidak Ada Pelanggaran dalam Pemilu Myanmar 2020

Global
90.000 Dokter India dari Luar Negeri Bersedia Pulang Bantu Perangi Covid-19 di Tanah Air, tapi ...

90.000 Dokter India dari Luar Negeri Bersedia Pulang Bantu Perangi Covid-19 di Tanah Air, tapi ...

Global
Kim Jong Un Larang Jins Ketat karena Khawatir Bakal Mengganggu Rezimnya

Kim Jong Un Larang Jins Ketat karena Khawatir Bakal Mengganggu Rezimnya

Global
AS Kembali Bekukan Aset 13 Pejabat Militer Myanmar Melalui Sanksi Pemerintah

AS Kembali Bekukan Aset 13 Pejabat Militer Myanmar Melalui Sanksi Pemerintah

Global
AS Kembali Memblokir Draf Pernyataan PBB Terbaru tentang Konflik Israel-Palestina

AS Kembali Memblokir Draf Pernyataan PBB Terbaru tentang Konflik Israel-Palestina

Global
Populer Global: Mayat Dikubur Seadanya di Tepi Sungai India | Palestina Terkini, Israel Bombardir Jalur Gaza

Populer Global: Mayat Dikubur Seadanya di Tepi Sungai India | Palestina Terkini, Israel Bombardir Jalur Gaza

Global
Biografi Tokoh Dunia: Benjamin Netanyahu, Prajurit Veteran Israel Pemegang Komando Serangan ke Gaza

Biografi Tokoh Dunia: Benjamin Netanyahu, Prajurit Veteran Israel Pemegang Komando Serangan ke Gaza

Global
Konflik Israel-Palestina: Kenapa Gaza Tampak Kabur di Google Maps?

Konflik Israel-Palestina: Kenapa Gaza Tampak Kabur di Google Maps?

Global
komentar
Close Ads X