Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertama Kali, Ukraina Tembak Jatuh Pesawat Pengebom Rusia

Kompas.com - 19/04/2024, 15:52 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

KYIV, KOMPAS.com - Militer Ukraina pada Jumat (19/4/2024) menyatakan bahwa untuk pertama kalinya berhasil menembak jatuh pesawat pengebom jarak jauh Rusia, sejak invasi Rusia dua tahun lalu.

Pesawat Rusia itu biasa digunakan untuk menembakkan rudal jelajah ke kota-kota Ukraina yang dilanda perang tersebut.

"Untuk pertama kalinya, unit rudal antipesawat angkatan udara bekerja sama dengan intelijen pertahanan Ukraina menghancurkan pengebom strategis jarak jauh Tu-22M3," kata militer Ukraina dalam pernyataan di media sosial, dikutip dari AFP.

Baca juga: Diduga Jadi Mata-mata Rusia, 2 Orang Ditangkap di Jerman

Dijelaskan bahwa pesawat tersebut jatuh di wilayah selatan Stavropol saat terbang kembali ke pangkalan.

Akibat dari rudal antipesawat Ukraina tersebut, setidaknya satu anggota awak pesawat tewas.

"Sebuah pesawat Tu-22M3 angkatan bersenjata Rusia jatuh di wilayah Stavropol ketika kembali ke pangkalan bandar udara setelah melakukan misi tempur. Pilotnya melontarkan diri," demikian kantor berita negara TASS mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Salah satu dari empat awak tewas dalam insiden tersebut, kata Gubernur Stavropol Vladimir Vladimirov dalam sebuah posting di Telegram.

Dua orang lainnya dibawa ke pusat medis setempat, sedangkan pencarian pilot keempat masih terus dilakukan.

Stavropol adalah wilayah di Kaukasus utara Rusia, di sebelah timur semenanjung Krimea yang dianeksasi, yang telah dilanda banyak serangan selama perang dua tahun tersebut.

Pesawat itu jatuh di distrik Krasnogvardeysky, sekitar 400 kilometer dari tepi timur Krimea.

Direktorat intelijen utama Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan, pesawat itu ditembak jatuh pada jarak sekitar 300 kilometer dari Ukraina.

Baca juga: Serangan Rusia di Chernigiv Ukraina Utara Tewaskan 17 Orang

Akibat serangan Ukraina, pengebom tersebut dapat terbang ke daerah Stavropol, tempat pesawat tersebut jatuh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Global
Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Global
Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Global
[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

Global
 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Global
Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Global
Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Global
Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Global
Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Global
China 'Hukum' Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

China "Hukum" Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

Global
UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com