Serukan Aung San Suu Kyi Dibebaskan, Dubes Myanmar untuk Inggris Dipulangkan

Kompas.com - 10/03/2021, 15:10 WIB
Foto tertanggal 6 Mei 2016 menampilkan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Myanmar (tengah), dan Jenderal Min Aung Hlaing (kanan), di Naypyidaw, ibu kota Myanmar. AP PHOTO/AUNG SHINE OOFoto tertanggal 6 Mei 2016 menampilkan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Myanmar (tengah), dan Jenderal Min Aung Hlaing (kanan), di Naypyidaw, ibu kota Myanmar.

LONDON, KOMPAS.com - Duta Besar Myanmar untuk Inggris dipanggil pulang, setelah dia menyerukan agar Aung San Suu Kyi dibebaskan.

Menurut laporan kanal televisi pemerintah MRTV, Dubes Kyaw Swar Min merilis pernyataan atas inisiatifnya sendiri.

"Karena dia tidak bertindak sesuai tanggung jawab yang diberikan, perintah dikeluarkan untuk memanggil dan memindahkannya lagi ke kementerian luar negeri," jelas MRTV.

Baca juga: ASEAN Upayakan Dialog Junta Militer dan Aung San Suu Kyi, Massa Sambut dengan Kritikan

Aung San Suu Kyi ditahan bersama beberapa tokoh politik lainnya oleh militer Myanmar, dalam kudeta 1 Februari.

Pernyataan yang dikeluarkan Dubes Kyaw muncul setelah dia berdiskusi dengan sejumlah pejabat Inggris.

Dilansir Sky News Selasa (9/3/2021), di antaranya adalah Menteri Luar Negeri ominic Raab dan Menteri Lur Negeri Junior Nigel Adams.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami menuntut pembebasan Kanselir Negara Daw Aung San Suu Kyi dan Presiden Wim Myint," jelas Kyaw dalam pernyataannya.

Tuntutannya muncul di tengah aksi protes di kota Mandalay, di mana 1.000 pengunjuk rasa turun ke jalan.

Mereka yang di garis depan membawa perisai buatan sendiri disertai salam tiga jari, yang jai simbol perlawanan.

Demonstran hanya berkumpul selama beberapa menit sebelum membubarkan diri, guna menghindari konfrontasi dengan aparat.

Sebabnya, polisi maupun militer Myanmar membubarkan serta menembaki pengunjuk rasa menggunakan peluru tajam.

Sementara grup lain memilih melakukan aksi protes menggunakan kendaraan bermotor dan berkeliling kota.

Sejak aksi protes menentang kudeta pecah, lebih dari 50 orang tewas dengan ribuan lainnya ditahan.

Baca juga: Pertama Kalinya, Aung San Suu Kyi Muncul sejak Kudeta Myanmar


Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikira Seorang Wanita yang Hanyut di Laut, Ternyata Boneka Seks

Dikira Seorang Wanita yang Hanyut di Laut, Ternyata Boneka Seks

Global
Terungkap Kerajaan Inggris Alami Krisis 40 Jam Usai Wawancara Harry dan Meghan dengan Oprah

Terungkap Kerajaan Inggris Alami Krisis 40 Jam Usai Wawancara Harry dan Meghan dengan Oprah

Global
Salahkan Baju Minim sebagai Penyebab Pelecehan Seksual Perempuan, PM Pakistan Dikecam

Salahkan Baju Minim sebagai Penyebab Pelecehan Seksual Perempuan, PM Pakistan Dikecam

Global
Pertama di Dunia, Berlian Mahal 100 Karat Bisa Dibeli Pakai Kripto

Pertama di Dunia, Berlian Mahal 100 Karat Bisa Dibeli Pakai Kripto

Global
Abaikan UNESCO, Liverpool Akan Kehilangan Status 'Situs Warisan Dunia'

Abaikan UNESCO, Liverpool Akan Kehilangan Status "Situs Warisan Dunia"

Global
Operasi Penyamaran Sayeret Matkal Israel, Pura-pura Mabuk lalu Tembak

Operasi Penyamaran Sayeret Matkal Israel, Pura-pura Mabuk lalu Tembak

Global
Penelitian Terbaru Memungkinkan Lembaran Graphene Deteksi Covid-19

Penelitian Terbaru Memungkinkan Lembaran Graphene Deteksi Covid-19

Global
Kisah Perang Dunia II, Diawali oleh Serangan Jerman ke Polandia

Kisah Perang Dunia II, Diawali oleh Serangan Jerman ke Polandia

Internasional
Dianggap Tidak Praktis, Sistem Pendidikan Skotlandia Akan Dirombak

Dianggap Tidak Praktis, Sistem Pendidikan Skotlandia Akan Dirombak

Global
UNESCO Serukan Great Barrier Reef Warisan Dunia 'Dalam Bahaya'

UNESCO Serukan Great Barrier Reef Warisan Dunia "Dalam Bahaya"

Global
Wanita yang Mengaku Lahirkan 10 Bayi Dibawa ke Bangsal Psikiatri

Wanita yang Mengaku Lahirkan 10 Bayi Dibawa ke Bangsal Psikiatri

Global
Peneliti UFO Sambut Baik Laporan Pentagon soal 'Fenomena Udara Tak Dikenal'

Peneliti UFO Sambut Baik Laporan Pentagon soal "Fenomena Udara Tak Dikenal"

Global
Kebanjiran Ratusan Paket Misterius yang Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Kebanjiran Ratusan Paket Misterius yang Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Global
7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

Global
Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Global
komentar
Close Ads X