Dari Kutub Utara hingga Mars, Para Wanita Ini Membuat Sejarah Selama Pandemi

Kompas.com - 08/03/2021, 22:53 WIB
Dalam cuplikan video yang dikeluarkan Minggu (28/2/2021), Chloe Zhao menerima penghargaan sebagai sutradara terbaik untuk film Nomadland di Golden Globe Awards. NBC via APDalam cuplikan video yang dikeluarkan Minggu (28/2/2021), Chloe Zhao menerima penghargaan sebagai sutradara terbaik untuk film Nomadland di Golden Globe Awards.

KOMPAS.com - Sejumlah wanita berhasil mencatatkan sejarah dunia meski pandemi Covid-19 setahun belakangan ini membatasi banyak ruang publik semua negara.

Ada wanita pertama yang menjalani musim dingin sendirian di Kutub Utara, hingga insinyur yang menyampaikan berita kepada semua penduduk bumi bahwa penjelajah NASA mendarat di Mars.

Newsweek menyoroti beberapa prestasi wanita ini dalam rangka Hari Perempuan Internasional, 8 Maret.

Mereka adalah hanya sedikit dari beberapa orang yang memilih tetap mengejar impiannya dengan berbagai tantangan unik yang harus dihadapi di era pandemi.

Nama mereka sekarang mungkin belum banyak dikenal, tetapi pengaruhnya terhadap dunia akan tercatat dalam sejarah.

Sunniva Sorby dan Hilde Falun Strom, Norwegia

Sunniva Sorby dan Hilde Falun Strom, wanita pertama yang melewati musim dingin di Kutub Utara tanpa pria selama musim dingin 2019-20. 
HEART IN THE ICE via NEWSWEEK Sunniva Sorby dan Hilde Falun Strom, wanita pertama yang melewati musim dingin di Kutub Utara tanpa pria selama musim dingin 2019-20.

Dua wanita dan satu anjing (betina) diisolasi di gubuk penjebak terpencil selama 16 bulan dengan lebih dari 50 beruang kutub tepat di luar pintu mereka.

Ini adalah kehidupan pandemi bagi Sunniva Sorby dan Hilde Falun Strom, wanita pertama yang melewati musim dingin di Kutub Utara tanpa pria selama musim dingin 2019-20.

Kedua ilmuwan ini melanjutkan misi "Hearts in the Ice" mereka di Svalbard, Norwegia (140 km / 87 mil dari peradaban) untuk musim dingin kedua.

Kampanye ini dilakukan keduanya sebagai upaya membawa penelitian perubahan iklim ke lembaga ilmiah dan pendidikan. Mereka berharap apa yang dilakukan juga mendorong keterlibatan setiap orang untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian bumi.

Baca juga: Efek Pemanasan Global, Beruang Kutub Terancam Punah pada 2100

Halaman:

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Global
Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Global
Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Global
komentar
Close Ads X